Mapolda DIY Digeruduk Massa Buntut Tewasnya Bocah di Maluku, Pagar Roboh dan Terdengar Letusan

Ratusan orang menggelar aksi unjuk rasa di depan Markas Kepolisian Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta (Mapolda DIY) buntut kasus tewasnya bocah di Maluku.

oleh HendroDiterbitkan 24 Februari 2026, 21:33 WIB
Ratusan orang menggelar aksi unjuk rasa di depan Markas Kepolisian Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta (Mapolda DIY), Selasa (24/02/2026) malam. (Liputan6.com/Hendro Ary Wibowo)

Liputan6.com, Jakarta - Ratusan orang menggelar aksi unjuk rasa di depan Markas Kepolisian Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta (Mapolda DIY), Selasa (24/02/2026) malam. Aksi tersebut dipicu buntut dugaan penganiayaan terhadap seorang bocah 14 tahun oleh oknum anggota Brimob di Maluku yang berujung kematian.

Sejak sore, suasana di sekitar Mapolda DIY di kawasan Condongcatur mulai berbeda. Aparat telah bersiaga dengan memasang kawat berduri yang membentang di depan gerbang utama sebelah timur. Langkah itu dilakukan sebagai antisipasi memanasnya situasi.

Berdasarkan pantauan di lokasi sekitar pukul 18.45 WIB, massa mulai berdatangan dan memadati halaman depan Mapolda DIY. Tanpa panggung orasi dan tanpa tuntutan resmi yang dibacakan, mereka berdiri bergerombol di depan kawat berduri yang membatasi akses masuk ke halaman dalam markas kepolisian.

Aksi yang disebut-sebut sebagai gerakan “fluid” atau spontan tersebut diwarnai luapan emosi. Massa sempat melakukan pengrusakan pada pagar pembatas hingga menyebabkan bagian pagar roboh. Teriakan kekecewaan terhadap institusi kepolisian terdengar bersahutan di antara kerumunan.

Salah seorang peserta aksi menyebut, kedatangan mereka merupakan bentuk solidaritas dan kekecewaan atas dugaan penganiayaan yang dilakukan oknum aparat terhadap seorang anak di Maluku.

“Ini bentuk kekecewaan kami. Di tengah isu reformasi Polri yang sedang ramai, justru ada kejadian seperti ini. Kepercayaan masyarakat makin luntur,” ujarnya di sela aksi.

Menurutnya, peristiwa tersebut menjadi pukulan berat bagi upaya membangun kembali kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian. Ia menilai, kasus kekerasan yang melibatkan aparat semakin mempertegas jarak antara masyarakat dan penegak hukum.

 

Situasi Memanas

Ratusan orang menggelar aksi unjuk rasa di depan Markas Kepolisian Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta (Mapolda DIY), Selasa (24/02/2026) malam. (Liputan6.com/Hendro Ary Wibowo)

Situasi sempat memanas ketika terdengar suara letusan dari arah depan Mapolda DIY. Belum diketahui secara pasti sumber suara tersebut.

Namun, dentuman itu membuat massa yang semula bertahan di depan gerbang mendadak berlarian menjauh dari halaman Mapolda.

Di tengah kepanikan, terdengar seorang peserta aksi berteriak, “Aku wong Sleman, Pak!” teriaknya, seolah menegaskan identitasnya kepada aparat yang berjaga.

Tak lama setelah suara letusan terdengar, aparat kepolisian langsung melakukan pengetatan pengamanan. Akses lalu lintas di perempatan Condongcatur ditutup sementara. Jalan menuju Mapolda DIY disterilkan dari aktivitas kendaraan warga guna mengantisipasi eskalasi kericuhan.

Hingga malam hari, aparat masih bersiaga penuh di sekitar lokasi. Belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait suara letusan maupun langkah penanganan terhadap massa aksi.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya