Liputan6.com, Jakarta - Hujan lebat disertai angin kencang dalam tiga hari terakhir memicu 90 titik kejadian bencana di delapan kabupaten/kota di Bali. Berdasarkan Data BPBD Bali hingga Selasa (24/2/2026) pukul 18.00 WITA, tercatat ratusan peristiwa bencana mulai dari banjir hingga pohon tumbang.
Kepala Pelaksana BPBD Bali, I Gede Teja, merinci total kejadian terdiri atas 51 titik banjir, 5 tanah longsor, 1 tanggul jebol, 1 angin puting beliung, 27 pohon tumbang, dan 4 senderan jebol.
Advertisement
Sebaran terbanyak berada di Denpasar dengan 46 titik, meliputi 39 banjir, 3 pohon tumbang, 1 tanggul jebol, 1 angin puting beliung, 1 tanah longsor, dan 1 senderan jebol. Badung mencatat 14 titik, terdiri atas 12 banjir dan 2 pohon tumbang.
Di Karangasem terdapat 12 titik, didominasi 10 pohon tumbang dan 3 senderan jebol. Gianyar mencatat 6 titik, masing-masing 4 pohon tumbang, 1 longsor, dan 1 banjir. Buleleng terdapat 4 titik, terdiri dari 2 pohon tumbang dan 2 longsor.
Tabanan mengalami 5 kejadian, yakni 2 pohon tumbang, 2 banjir, dan 1 longsor. Klungkung mencatat 2 titik pohon tumbang, sementara Jembrana 1 titik pohon tumbang.
Menurut Teja, curah hujan rata-rata dalam dua hari terakhir mencapai 120 milimeter per hari. Intensitas tersebut memicu luapan air, pergerakan tanah, serta tumbangnya pepohonan di sejumlah wilayah.
Meski dampak tersebar luas, BPBD memastikan tidak ada korban jiwa maupun korban luka. Sebanyak 350 warga sempat dievakuasi sementara saat kondisi genangan meningkat, namun seluruhnya telah kembali ke rumah masing-masing.
"Bangunan terdampak masih dalam proses pendataan oleh tim di lapangan," ujar Teja.
Status Waspada
Petugas gabungan BPBD kabupaten/kota bersama TNI, Polri, relawan, dan aparat desa masih melakukan pembersihan material pohon tumbang, normalisasi saluran air, serta pemantauan titik rawan banjir dan longsor.
Berdasarkan informasi BMKG untuk 25 Februari 2026, status waspada hujan lebat berlaku di Bangli, Buleleng, Jembrana, dan Karangasem. Sementara status siaga hujan lebat ditetapkan untuk Badung, Denpasar, Tabanan, Gianyar, dan Klungkung.
Peringatan dini angin kencang juga berpotensi terjadi di Denpasar, Badung, Buleleng, Karangasem, Klungkung, dan Gianyar.
Teja mengimbau masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaan, terutama di kawasan perbukitan dan bantaran sungai.
"Kami mengajak masyarakat untuk segera melapor apabila terjadi kondisi darurat serta menghindari aktivitas di lokasi rawan saat hujan intensitas tinggi," tegasnya.
Penanganan Masih Terkendali
Sementara itu, Gubernur Bali, Wayan Koster, menyatakan penanganan masih terkendali dan belum diperlukan pembentukan posko tambahan.
"Kita kan udah punya ini, BPBD. Cukup itu saja mengatasi," ucap Koster.
Terkait langkah antisipasi, ia menyebut sistem peringatan dini telah dipasang untuk mendeteksi potensi banjir. "BPBD sudah memasang alat untuk deteksi dini banjir. Kalau memang ada hal yang rawan, itu ada sirine yang berbunyi untuk penanganan." ujarnya
Ia juga mengingatkan masyarakat untuk membatasi mobilitas saat cuaca ekstrem.
"Ya, berhati-hati. Tapi kalau tidak perlu sekali, hindari bepergian yang jauh. Apalagi ada jalur atau jarak rawan banjir," imbau Koster.
Koster memastikan tidak ada korban jiwa dalam rangkaian kejadian tersebut. Ia juga menegaskan hingga saat ini belum ada wisatawan yang dievakuasi.
"Belum, belum ada yang dievakuasi. Belum berpikir ke situ. Tadi pemantauan PBBD belum pakai alat evakuasi," tutupnya.