Liputan6.com, Jakarta - Tak lama setelah kasus Dwi Sasetyaningtyas viral dan panen kecaman, hingga Menteri Keuangan RI, Purbaya Yudhi Sadewa turun tangan, Tasya Kamila sebagai salah satu awardee atau penerima beasiswa LPDP bersuara.
Sekadar kilas balik, topik LPDP memanas gara-gara unggahan Dwi Sasetyaningtyas yang menampilkan paspor Inggris untuk anak-anaknya disertai narasi, cukup ayah ibunya yang WNI (Warga Negara Indonesia). Anak-anak jangan sampai. Ia pun pamer paspor Inggris dengan air muka bahagia karena anak-anaknya kini bukan WNI. Padahal, Dwi Sasetyaningtyas dan suami adalah penerima beasiswa LPDP. Kini, Dwi Sasetyaningtyas dan suami terancam harus mengembalikan dana beasiswa (berikut bunganya) senilai miliaran rupiah.
Advertisement
Kembali ke Tasya Kamila, pemilik album Libur Telah Tiba ini mengunggah 7 kontribusi selama dan setelah kuliah S2 di Columbia University, Amerika Serikat, tahun 2016 sampai 2018. Lewat akun Instagram terverifikasi, Selasa (24/2/2026), Tasya Kamila merinci kontribusinya.
Sebelum merinci, pelantun “Jangan Takut Gelap” meninggalkan catatan, bahwa LPDP tak menulis eksplisit bentuk kontribusi untuk Indonesia selama masa bakti penerima beasiswa. Tasya Kamila berpendapat, ini bentuk kepercayaan pihak LPDP bahwa awardee-nya punya cara dan kapasitas masing-masing dalam berkontribusi untuk negara. Masa bakti Tasya Kamila dimulai tahun 2018 hingga 2023. Kontribusi itu dimulai dari yang paling basic.
“Pertama, berkomitmen untuk PULANG ke Indonesia pascalulus dan selama masa bakti. Kedua, menjadi jembatan antara Pemerintah (policymaker) dan publik dalam kapasitas sebagai figur publik,” tulis Tasya Kamila yang pernah menjabat Duta Lingkungan Hidup.
Ia menjelaskan, bersama Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, terlibat dalam berbagai program edukasi lingkungan daring maupun luring hingga memperkuat Dewan Pertimbangan Kalpataru 2022. Tasya Kamila juga kerja sama dengan berbagai kementerian, lembaga, dan Pemerintah Daerah untuk sosialisasi serta edukasi beragam program termasuk dengan Kementerian Pariwisata, BUMN, Bappenas, KPK bahkan LPDP.
Komitmen Kembali dan Prestasi Akademik
“Melakukan gerakan akar rumput untuk keberlanjutan melalui Yayasan Green Movement Indonesia. Membagikan berbagai materi edukasi melalui medsos hingga workshop soal pilah sampah, mengompos dari rumah, dan berbagai isu lingkungan lainnya,” imbuhnya.