Lima Kesalahan Pengendara Saat Berpuasa yang Bisa Berujung Kecelakaan

Berkendara saat berpuasa menuntut perhatian ekstra. Lelah, kantuk, dan penurunan fokus bisa meningkatkan risiko kecelakaan

oleh Septian PamungkasDiterbitkan 25 Februari 2026, 15:20 WIB
Pengendara sepeda motor terjebak kemacetan di jalan Lamaran, Karawang, Sabtu (2/7). Kemacetan tersebut terjadi akibat pemisahan jalur antara roda dua dengan roda empat untuk mengantisipasi jalur mudik Pantura. (Liputan6.com/Gempur M Surya)

Liputan6.com, Jakarta - Bulan Ramadan adalah momen penuh makna bagi umat Muslim. Namun, perubahan pola makan dan waktu istirahat selama berpuasa kerap memengaruhi kondisi fisik dan konsentrasi, termasuk bagi pengendara sepeda motor. Meski tubuh terasa lelah dan fokus menurun, keselamatan berkendara tidak boleh diabaikan.

Berkendara saat berpuasa menuntut perhatian ekstra. Lelah, kantuk, dan penurunan fokus bisa meningkatkan risiko kecelakaan jika pengendara tidak memperhatikan kondisi diri. Semangat #Cari_Aman ala Honda harus tetap dijaga.

“Keselamatan berkendara tidak hanya soal keterampilan mengendarai sepeda motor, tetapi bagaimana pengendara mempersiapkan diri sebelum berangkat dan tetap waspada selama di jalan. Saat berpuasa, berkendara menuntut perhatian ekstra agar tetap #Cari_Aman,” terang Agus Sani, Head of Safety Riding Promotion PT Wahana Makmur Sejati dalam keterangan resminya.

Berikut lima tips penting bagi pengendara sepeda motor selama Ramadan agar perjalanan tetap aman dan nyaman:

1. Atur Rute Perjalanan

Merencanakan rute sebelum berangkat sangat krusial. Mengetahui jalur yang akan dilewati membantu pengendara menghindari kemacetan dan jam sibuk lalu lintas, sehingga stres dan kelelahan bisa diminimalkan. Rute lancar juga membuat konsentrasi berkendara lebih terjaga.

2. Manajemen Waktu Tidur yang Baik

Kurang tidur adalah salah satu faktor utama menurunnya fokus berkendara. Selama Ramadan, waktu tidur sering terpotong karena sahur dan ibadah malam. Jika tidak diatur, risiko kantuk berlebih bahkan microsleep meningkat, yang sangat berbahaya saat di jalan.

3. Pastikan Asupan Cukup Saat Sahur

Sahur adalah sumber energi utama. Melewatkan sahur atau mengonsumsi makanan tidak seimbang membuat tubuh cepat lemas dan mudah mengantuk. Jangan lupa minum cukup air agar kebugaran tetap terjaga dan konsentrasi tetap optimal saat berkendara.

4. Gunakan Perlengkapan Berkendara Lengkap

Helm berstandar SNI, jaket, sarung tangan, celana panjang, dan sepatu wajib digunakan. Perlengkapan berkendara lengkap bukan hanya melindungi tubuh, tapi juga meningkatkan kenyamanan dan rasa percaya diri selama perjalanan.

5. Jaga Jarak Aman

Menjaga jarak aman antar kendaraan menjadi sangat penting saat berpuasa, karena konsentrasi bisa menurun akibat lelah atau haus. Jarak aman memberi waktu reaksi lebih panjang untuk mengantisipasi situasi darurat di jalan, sekaligus menunjukkan kepedulian terhadap pengguna jalan lain.

“Jika sudah merasa lelah, mengantuk, atau kurang fokus, sebaiknya jangan memaksakan diri. Menepi dan beristirahat sejenak adalah keputusan bijak. Pastikan sahur dengan nutrisi cukup, minum air yang memadai, dan berkendara dengan kecepatan wajar agar tetap aman selama Ramadan,” tambah Agus Sani.

Dengan menerapkan lima langkah ini, pengendara sepeda motor dapat menjalani aktivitas selama bulan puasa dengan lebih aman dan nyaman.

Keselamatan berkendara bukan sekadar tanggung jawab pribadi, tetapi juga wujud kepedulian terhadap sesama pengguna jalan.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya