Liputan6.com, Jakarta - Sinetron Jejak Duka Diandra Episode Selasa 24 Februari mengisahkan, di sebuah taman yang tenang, Diandra dan Jordan terlibat percakapan serius. Dengan nada penuh kekhawatiran, Jordan memohon agar Diandra tidak menerima persyaratan yang diajukan Dimitri.
Ia yakin, syarat itu pasti berujung pada permintaan pernikahan. Jordan mengingatkan bahwa Dimitri selama ini menyimpan kebencian terhadap Diandra.
Advertisement
Ia meminta Diandra untuk membuka mata dan menyadari bahwa menerima tawaran tersebut hanya akan membuat hidupnya semakin menderita. Ucapan itu membuat Diandra terdiam, hatinya terasa sesak memikirkan kemungkinan yang bisa terjadi.
Dalam kebimbangan, Diandra memilih mendekatkan diri kepada Tuhan. Ia melaksanakan salat dan berdoa dengan sungguh-sungguh, memohon agar keputusan yang akan diambilnya tidak keliru. Di samping tempat tidur Freya, ia bersimpuh, berharap ada petunjuk terbaik demi kebaikan semua orang, terutama untuk putrinya.
Sementara itu, Dimitri memasuki ruang perawatan Jupiter yang masih terbaring koma. Dengan suara lirih, ia meminta maaf kepada sahabatnya itu.
Ia mengatakan bahwa hari ini ia akan menerima jawaban dari Diandra. Dalam keyakinannya, Diandra pasti akan menerima syarat yang ia ajukan. Semua ini, menurut Dimitri, ia lakukan agar Jupiter tidak hancur dan tersakiti karena Diandra.
Di sisi lain, Freya telah dipersiapkan untuk menjalani operasi. Wajahnya menyiratkan kesedihan dan ketakutan. Ia khawatir “Uncle Slay” tidak akan datang menemaninya di saat genting. Ketika suasana kamar terasa sunyi, terdengar ketukan di pintu.
Diandra membukanya, dan betapa terkejutnya ia melihat seorang badut lucu berdiri di sana. Freya yang semula murung langsung terperanjat bahagia. Badut itu ternyata adalah Dimitri yang menyamar demi menghibur Freya sebelum operasi.
Diandra dan Freya sama-sama tak menyangka melihat Dimitri tampil dengan cara yang begitu berbeda, berusaha menghadirkan senyum di tengah situasi yang penuh ketegangan.