Liputan6.com, Jakarta - Amazon Web Services (AWS) menyampaikan operator telekomunikasi telah lama menargetkan jaringan otonom. Hal ini sejalan dengan taksonomi tingkat otonom yang dikembangkan TM Forum, mulai dari level 0 hingga 5. Kini, konsep tersebut mulai terwujud berkat kemajuan AI berbasis agen yang mampu mendorong peralihan dari pengelolaan jaringan yang reaktif menjadi lebih proaktif.
AWS sendiri menyediakan layanan AI agen yang mencakup infrastruktur, alat pengembangan, hingga aplikasi siap pakai. Fokus utama implementasi AI tersebut terlihat dari kerja sama AWS dengan sejumlah operator global.
Advertisement
Salah satunya adalah NTT Docomo yang membangun platform AI agen menggunakan Amazon Bedrock Agent Core. Platform ini mampu menganalisis data secara real-time dari lebih dari satu juta perangkat jaringan.
Pendekatan tersebut membantu operator mempercepat analisis penyebab gangguan serta mengurangi waktu penanganan dari hitungan minggu menjadi jam.
Teknologi Bedrock Agent Core disebut menjadi lapisan penting dalam pengembangan sistem multi-agen. Layanan ini menyediakan kemampuan memori jangka panjang, pengelolaan identitas dan akses, serta visibilitas dalam pengoperasian agen AI. Dengan pendekatan tersebut, operator dapat meningkatkan efisiensi operasional dengan keterlibatan manusia yang lebih minim.
NEC Manfaatkan AI dan Cloud AWS untuk Percepat Jaringan 5G
Selain itu, Amazon Web Services (AWS) bekerja sama dengan NEC untuk meningkatkan performa jaringan. NEC menggunakan AWS Outposts Racks generasi terbaru guna menjalankan fungsi user plane pada jaringan inti 5G. Berbeda dengan control plane yang sudah banyak berjalan di cloud, user plane membutuhkan bandwidth tinggi karena menangani lalu lintas data dalam jumlah besar.
Melalui pendekatan ini, AWS mampu menghadirkan performa hingga 200 gigabit per detik dengan komputasi yang lebih efisien. Infrastruktur tersebut ditempatkan langsung di pusat data pelanggan, tetapi tetap dikelola seperti layanan cloud AWS.
Tak hanya itu, NEC juga menggunakan teknologi AI agen AWS bernama Kiro untuk mempercepat proses deployment fungsi jaringan. Kiro merupakan lingkungan pengembangan terintegrasi yang memanfaatkan bahasa alami untuk menyusun spesifikasi, menghasilkan dokumen, diagram arsitektur, hingga kode secara otomatis. NEC menyebut teknologi ini dapat memangkas waktu deployment dari hitungan minggu menjadi hanya beberapa jam.
AI Agen Diyakini Jadi Dasar Industri Telekomunikasi 6G
AWS menilai pemanfaatan AI agen akan semakin luas, termasuk dalam pengembangan perangkat lunak. Sejumlah operator dan perusahaan teknologi telah mencatat peningkatan efisiensi signifikan melalui penggunaan alat berbasis AI tersebut.
Ke depan, AWS memprediksi operator telekomunikasi tidak hanya berperan sebagai penyedia konektivitas, tetapi juga sebagai platform digital yang mengintegrasikan AI, cloud, dan data. Pendekatan ini diyakini akan menjadi fondasi industri telekomunikasi, termasuk dalam pengembangan jaringan generasi berikutnya seperti 6G.