Liputan6.com, Jakarta - Di tengah suasana duka pasca meninggalnya istri pertama Marcel Radhival atau Pesulap Merah, yakni Tika Mega Lestari, Ratu Rizky Nabila muncul ke publik dengan sikap merendah dan penuh penyesalan. Ia sadar posisi, kini jadi sorotan dan sasaran kemarahan publik serta keluarga mendiang.
Ratu Rizky Nabila menegaskan bahwa dirinya tidak ingin membela diri dengan berbagai bukti yang ia miliki karena menghormati almarhumah. Ia memilih menerima semua tuduhan dan kesalahan yang dialamatkan kepadanya, sebagai konsekuensi menjadi istri kedua Marcel.
Advertisement
"Saya lebih menahan diri dan menerima bahwa memang ini sudah menjadi konsekuensi sebagai istri kedua. Suka tidak suka, mau tidak mau, berlandaskan agama atau tidak, saya salah. Saya mau meminta maaf, saya turut berduka cita," ujar Ratu Rizky Nabila saat ditemui di kawasan Tendean, Jakarta Selatan, Senin (23/2/2026).
Ratu bahkan mempersilakan publik untuk memberinya julukan apapun yang menyakitkan, termasuk sebutan perebut laki orang (pelakor). Namun, ada satu hal yang ia minta, yaitu agar tidak membawa-bawa atribut agama dalam julukan negatif tersebut.
"Aku di sini udahlah, aku pelakor, gundik, apa aku udah terima. Itu akan sampai nanti pun ya udah nggak apa-apa. Pelakor syar'i kan sebutannya. Jadi tolong syar'i-nya jangan dipakai, pelakor aja, pelakor, gundik, nggak apa-apa. Syar'i-nya jangan lah, jangan dicampurin. Aku terima," kata Ratu.
Marcel Radhival yang mendampingi Ratu turut memberikan dukungan moral kepada istri keduanya tersebut agar tetap tegar menghadapi badai hujatan. Ia menyarankan Ratu fokus pada penilaian Tuhan, daripada penilaian manusia yang tidak mengetahui fakta sebenarnya.
"Jadi saya memang ngasih info ke Ratu fokus ke penilaian Allah aja, jangan penilaian orang. Karena yang tahu aslinya kan Allah. Karena yang tahu aslinya faktanya seperti apa, kita jalani hubungan seperti apa pada saat rahimahullah masih hidup, itu juga Allah," ucap Pesulap Merah.
Saya Mengerti Betul Perasaan Ibu
Ratu juga menyampaikan permohonan maaf secara khusus kepada ibunda almarhumah, meski ia sadar kata-katanya mungkin tidak akan meredakan sakit hati keluarga yang ditinggalkan. Ia sangat mengerti perasaan seorang ibu yang kehilangan anaknya di saat situasi seperti ini.