Liputan6.com, Jakarta - Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat pada perdagangan saham 18-20 Februari 2026. Lalu apa saja saham yang catat top gainers sepekan?
Mengutip data BEI, Sabtu (21/2/2026), IHSG sepekan naik 0,72% dan ditutup ke 8.271,76. Pada pekan lalu, IHSG ditutup ke posisi 8.212,27. Selama sepekan, IHSG berada di level tertinggi 8.376,19 dan level terendah 8.227,45.
Advertisement
Selama sepekan, nilai transaksi harian saham naik 3,02% menjadi Rp 23,89 triliun dari pekan lalu Rp 23,19 triliun. Selain itu, volume perdagangan saham bertambah 3,87% menjadi 46,99 miliar saham dari pekan lalu 45,24 miliar saham. Demikian juga total frekuensi perdagangan catat lonjakan 11,99% menjadi 3,06 juta kali transaksi dari 2,73 juta kali transaksi.
Sementara itu, kapitalisasi pasar tercatat naik tipis 0,35% menjadi Rp 14.941 triliun dari pekan lalu Rp 14.889 triliun.
Di tengah kenaikan IHSG sepekan, sebagian besar sektor saham menguat. Sementara itu, sektor saham perawatan kesehatan turun 0,16%, sektor saham properti dan real estate melemah 0,79%.
Di sisi lain, sektor saham transportasi menguat 4,12% dan catat kenaikan terbesar. Sektor saham energi menanjak 2,23%, sektor saham basic mendaki 3,22%, sektor saham industri melompat 2,15% dan sektor saham consumer nonsiklikal menanjak 0,21%.
Di sisi lain, sektor saham siklikal melesat 2,82%, sektor saham keuangan bertambah 0,39%. Lalu sektor saham teknologi menanjak 0,17% dan sektor saham infrastruktur meroket 2,61%.
Di tengah kenaikan IHSG, ada 10 saham yang catat lonjakan di atas kinerja IHSG. Berikut 10 saham top gainers atau saham yang catat kenaikan terbesar selama sepekan:
10 Saham Top Gainers Sepekan
1.PT Sekar Bumi Tbk (SKBM) melonjak 52,68% menjadi Rp 855 per saham dari pekan lalu Rp 560 per saham.
2.PT Samator Indo Gas Tbk (AGII) melonjak 44,44% menjadi Rp 3.120 per saham dari pekan lalu Rp 2.160 per saham.
3.PT Royaltama Mulia Kontraktorindo Tbk (RMKO) melonjak 36,15% menjadi Rp 885 per saham dari pekan lalu Rp 650 per saham.
4.PT Cipta Perdana Lancar Tbk (PART) melonjak 35,82% menjadi Rp 182 per saham dari pekan lalu Rp 134 per saham.
5.PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI) melonjak 35,71% menjadi Rp 228 per saham dari pekan lalu Rp 168 per saham.
6.PT Bersama Zatta Jaya Tbk (ZATA) melonjak 34,71% menjadi Rp 163 per saham dari pekan lalu Rp 121 per saham.
7.PT Arkora Hydro Tbk (ARKO) melonjak 34,63% menjadi Rp 10.400 per saham dari pekan lalu Rp 7.725 per saham.
8.PT Nusantara Sawit Sejahtera Tbk (NSSS) melonjak 31,21% menjadi Rp 1.135 per saham dari pekan lalu Rp 865 per saham.
9.PT Merry Riana Edukasi Tbk (MERI) melonjak 29,71% menjadi Rp 179 per saham dari pekan lalu Rp 138 per saham.
10.PT Trimitra Prawara Goldland Tbk (ATAP) melonjak 28,68% menjadi Rp 875 per saham dari pekan lalu Rp 680 per saham.
Kinerja IHSG Pekan Lalu
Sebelumnya, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melonjak signifikan pada perdagangan 9-13 Februari 2026. IHSG sepekan yang melesat ini dipicu sentimen global dan domestik. Salah satunya investor masih mencermati langkah regulator untuk melakukan reformasi pasar modal Indonesia.
Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), Sabtu (14/2/2026), IHSG sepekan naik 3,49% ke posisi 8.212,27. Pada pekan lalu, IHSG ditutup turun 4,7% ke posisi 7.935,26. Kapitalisasi pasar menguat 3,83% menjadi Rp 14.889 triliun dari pekan lalu Rp 14.341 triliun.
Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksono menuturkan, IHSG menguat 3,49% didorong sejumlah sentimen. Pertama, investor masih mencermati dan menanti tindakan selanjutnya dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Self Regulatory Organization (SRO) terkait reformasi pasar modal dan juga pemenuhan kriteria data MSCI.
Kedua, terdapat beberapa rilis data seperti Indeks Kepercayaan Konsumen Konsumen (IKK) Indonesia yang bertumbuh dan China mengalami deflasi, sedangkan ekonomi Amerika Serikat masih bertahan setelah rilis data pekerjaan. Ketiga, harga komoditas emas yang naik tipis dalam sepekan dan rupiah menguat terhadap dolar Amerika Serikat. “Faktor keempat, investor cenderung profit taking menjelang libur panjang Imlek,” kata dia saat dihubungi Liputan6.com.
Selain itu, rata-rata frekuensi transaksi harian melompat 0,37% menjadi 2,74 juta kali transaksi dari 2,73 juta kali transaksi pada pekan lalu. Namum, rata-rata nilai transaksi harian BEI merosot 6,27% menjadi Rp 23,2 triliun dari Rp 24,75 triliun pada pekan lalu.
Investor asing juga masih melakukan aksi jual saham. Tercatat aksi jual saham oleh investor asing mencapai Rp 5,47 triliun dari pekan lalu Rp 1,13 triliun