Menhut Raja Ajak Masyarakat Kolaborasi Jaga Lestari Hutan Indonesia, Janji Akan Perluas Akses

Menhut Raja Juli Antoni menegaskan, perhutanan sosial menjadi strategi pemerintah dalam mewujudkan hutan lestari.

oleh Muhammad Radityo PriyasmoroDiterbitkan 21 Februari 2026, 07:50 WIB
Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni dalam pembukaan workshop 'Bergerak dari Tapak: Menyemai Perhutanan Sosial yang Inklusif untuk Hutan Lestari dan Masyarakat Sejahtera'. (Tim Humas Kemenhut)

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni menegaskan, perhutanan sosial menjadi strategi pemerintah dalam mewujudkan hutan lestari sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Namun menurutnya, pemerintah tak bisa sendiri, sebab keberhasilan menjaga hutan ditentukan oleh keterlibatan masyarakat.

"Peran masyarakat menjadi tidak akan terkalahkan dalam mengamankan hutan, pembelajaran dari berbagai penjuru dunia menunjukkan sekali lagi yang berhasil menjaga hutan adalah negara-negara yang mampu bekerjasama dengan masyarakat yang menjadikan hutan tidak berjarak," ujar Raja Juli, seperti dikutip dari siaran pers, Sabtu (21/2/2026).

Dia mendorong, pendekatan inklusif membuat masyarakat tidak lagi diposisikan sebagai pihak yang dijauhkan dari hutan, melainkan sebagai mitra utama negara. Bahkan, masyarakat dapat memanfaatkan hutan bagi hajat hidupnya dengan tetap berkomitmen menjaga lestari hutan.

"Masyarakat bisa memanfaatkan hutan untuk kepentingan hidup mereka, tapi secara bersamaan juga memiliki komitmen untuk terus menjaga hutan secara lestari," terang Raja.

 

Janji Akan Perluas Akses Perhutanan Nasional

Menteri Kehutanan yang juga Sekretaris Jenderal DPP PSI Raja Juli Antoni, meninjau langsung kesiapan lokasi pelaksanaan Kongres PSI di Solo, Jumat (18/7/2025). (Liputan6.com/ Fajar Abrori)

Raja Juli pun memastikan, pemerintah akan terus memperluas akses perhutanan sosial, termasuk percepatan pengakuan hutan adat. Termasuk, peta jalan yang jelas untuk merealisasikan target tersebut.

"Kami terus berkomitmen untuk terus memperbanyak akses perhutanan sosial, ada 8,3 juta, hutan adat kita akan eksekusi lebih banyak lagi, saya berkomitmen memberikan dalam 4 tahun ke depan ini 1,4 juta sekarang sudah 360 ribuan," janji dia.

"Kita sudah punya peta jalannya untuk mengeksekusi 1,4 juta hektare tersebut. Insyallah kalau kita memiliki sumber data manusia yang cukup, sumber dana yang cukup kita akan alokasikan hutan adat ini lebih banyak ke masyarakat," jelas Raja Juli.

Sebagai informasi, perhutanan sosial sebagai dinilai sebagai metode efektif dalam mengurangi kemiskinan, terutama bagi masyarakat di sekitar kawasan hutan.

Hal itu disampaikan dalam pembukaan workshop 'Bergerak dari Tapak: Menyemai Perhutanan Sosial yang Inklusif untuk Hutan Lestari dan Masyarakat Sejahtera' di Menara Peninsula, Jakarta.

Diketahui, turut hadir dalam acara, Duta Besar Norwegia untuk Indonesia Rut Kruger Giverin.

infografis Hutan Sebagai Habitat Satwa. (Liputan6.com/Abdillah).

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya