Liputan6.com, Jakarta - Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) KBRI Manila, Nina Yulianti, melakukan kunjungan resmi ke Universitas Persada Indonesia YAI (UPI Y.A.I) untuk memperkuat peran perguruan tinggi Indonesia dalam diplomasi pendidikan di kawasan ASEAN.
Kunjungan tersebut mendorong perguruan tinggi nasional agar lebih aktif, adaptif, dan inovatif di kancah internasional, sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto terkait penguatan daya saing pendidikan tinggi Indonesia menuju 2045.
Advertisement
Atdikbud KBRI Manila disambut Rektor UPI YAI Sri Astuti Indriyati bersama jajaran wakil rektor dan direktur.
Pertemuan tersebut menjadi ajang evaluasi kerja sama internasional yang telah berjalan sekaligus pembahasan strategi penguatan eksistensi global UPI YAI.
UPI YAI tercatat telah menjalin sejumlah kolaborasi internasional, di antaranya penyelenggaraan International General Lecture bersama Manila Central University pada Maret 2025. Kegiatan daring tersebut menghadirkan akademisi lintas negara dan membahas isu integrasi kecerdasan buatan dalam riset serta tantangan publikasi ilmiah di Asia Tenggara.
Dalam pertemuan tersebut, UPI YAI juga memaparkan keberhasilannya memberikan beasiswa bagi mahasiswa asing asal Timor Leste. Program beasiswa internasional tersebut kini direncanakan diperluas dengan menyasar mahasiswa asal Filipina, sejalan dengan kebijakan penguatan internasionalisasi pendidikan tinggi.
“Kami ingin memperluas kontribusi kami dalam mencetak SDM unggul di tingkat regional. Setelah Timor Leste, kami kini siap menyambut mahasiswa dari Filipina untuk bergabung dalam ekosistem akademik kami,” ujar Sri Astuti Indriyati.
Kembangkan Kelas Kolaboratif dan Program Beasiswa Internasional
Atdikbud KBRI Manila Nina Yulianti mengapresiasi langkah UPI YAI dalam mengembangkan kelas kolaboratif dan program beasiswa internasional sebagai bentuk konkret diplomasi pendidikan.
“Langkah UPI YAI dalam menyediakan beasiswa dan kelas kolaboratif adalah bentuk nyata diplomasi pendidikan. KBRI Manila siap mendukung penuh agar sinergi ini semakin kokoh dan berkelanjutan,” tegas Nina.
Sinergi antara UPI YAI dan KBRI Manila tersebut diharapkan dapat meningkatkan daya saing pendidikan tinggi Indonesia di tingkat global sekaligus memperkuat hubungan bilateral antarnegara anggota ASEAN.
Kerja sama tersebut menjadi landasan penyusunan Memorandum of Understanding (MoU) untuk memperkuat kolaborasi akademik kedua institusi. Selain itu, UPI YAI juga menggandeng Misamis University dalam program kelas bersama yang melibatkan 84 mahasiswa program studi Manajemen Pemasaran, Keuangan, dan Ekonomi Bisnis.
Program tersebut dinilai efektif mendorong pertukaran ide lintas budaya dan akademik antara mahasiswa Indonesia dan Filipina.