Liputan6.com, Jakarta - Ledakan petasan mengguncang Dusun Mimbo, Desa Sumberanyar, Situbondo. Tim Identifikasi Satreskrim Polres Situbondo bersama Labfor Polda Jatim menyisir puing-puing ledakan hebat tersebut.
Hasilnya, petugas mengamankan 18 barang bukti yang mengonfirmasi bahwa petaka tersebut murni dipicu oleh bubuk petasan. Kapolres Situbondo AKBP Bayu Anuwar Sidiqie, mengungkapkan bahwa olah TKP (Tempat Kejadian Perkara) memperkuat dugaan aktivitas perakitan petasan di lokasi tersebut.
Advertisement
"Kami mengamankan selongsong petasan, alat penggulung, sumbu, hingga rekaman CCTV dan pakaian korban. Semua bukti merujuk pada bahan peledak jenis low explosive," kata AKBP Bayu kepada wartawan, Jumat (20/2/2026)
Dahsyatnya ledakan tersebut bahkan meninggalkan jejak permanen berupa lubang cekungan di lantai rumah dengan diameter 52 sentimeter dan kedalaman 7 sentimeter.
"Cekungan itu terbentuk murni akibat daya tekan ledakan, bukan karena adanya bunker penyimpanan," tambahnya
Insiden tersebut tidak hanya merenggut nyawa, tetapi juga membuat lingkungan sekitar porak poranda. Tercatat, 1 rumah rusak total rata dengan tanah (lokasi utama ledakan).
Rumah Rusak hingga Korban Jiwa
Sebanyak 11 rumah rusak ringan mengalami pecah kaca dan atap runtuh. Selain itu, untuk korban mencapai 7 orang di antaranya 1 meninggal dunia dan 6 luka berat.
Hingga saat ini, polisi belum bisa menggali keterangan lebih dalam dari para saksi kunci karena kondisi fisik dan psikologi mereka yang memprihatinkan.
"Korban rata-rata mengalami luka bakar di atas 50 persen dan masih dalam kondisi syok berat. Prioritas kami saat ini adalah penanganan medis mereka," tambah Kapolres Bayu.
Peristiwa ini menjadi pengingat keras akan bahaya perakitan bahan peledak di lingkungan padat penduduk. "Polisi masih terus mendalami asal-usul bahan baku peledak itu," pungkasnya