Balon Raksasa Film Pelangi Di Mars di SCBD Jakarta, Upie Guava: Jelang Tayang, Deg-degannya Beda

Jelang perilisan di bioskop Indonesia mulai 18 Maret 2026, Mahakarya Pictures hadirkan balon raksasa film Pelangi di Mars setinggi 10 meter di Jakarta Pusat.

oleh Wayan DianantoDiterbitkan 20 Februari 2026, 11:00 WIB
Jelang perilisan di bioskop Indonesia mulai 18 Maret 2026, Mahakarya Pictures hadirkan balon raksasa film Pelangi di Mars setinggi 10 meter di Jakarta Pusat.

Liputan6.com, Jakarta - Salah satu film yang akan tayang di bioskop pada libur Lebaran 2026 adalah Pelangi di Mars karya sineas Upie Guava. Jelang perilisan di bioskop mulai 18 Maret 2026, rumah produksi Mahakarya Pictures menghadirkan balon raksasa Pelangi di Mars setinggi 10 meter di kawasan SCBD Jakarta.

Momen ini dihadiri produser Dendi Reynando, Upie Guava, para bintang seperti Messi Gusti, Bimoky, Kristo Immanuel, serta Wakil Menteri Ekonomi Kreatif RI, Irene Umar, pada Kamis, 19 Februari 2026. Upie Guava deg-degan jelang perilisan Pelangi di Mars bulan depan.

Biasanya, Upie Guava deg-degan sampai tak bisa tidur jelang perilisan karya baru. Kali ini, deg-degannya beda. Kepada Showbiz Liputan6.com di SCBD Jakarta, Kamis (19/2/2026), ia menjelaskan setidaknya ada alasan mengapa lebih tenang kala merilis Pelangi di Mars.

“Pertama, saya merasa ini karya menjadi sebuah gerakan, dikerjakan ramai-ramai dengan cinta oleh banyak orang. Jadi saya enggak merasa sendirian, jujur. Kedua, ini tempat saya berlabuh dalam pengertian jalur saya berikutanya,” Upie Guava menjelaskan.

Pelangi di Mars menandai evolusi karier Upie Guava dari iklan dan video klip, kini ke teknologi sinema dan dunia anak. “Karena saya merasa di industri film belum ada orang yang fokus membawa teknologi untuk memudahkan film maker lainnya dan saya menikmati itu,” katanya.

Produser Dendi Reynando, menyatakan instalasi seni balon raksasa Pelangi di Mars didukung Artha Graha Peduli bersama SCBD, SCBD Park, dan Creative Event Entertainment (CEE). Ini mencerminkan sinergi antara dunia usaha dan industri ekonomi kreatif.

 


Terasa Dekat dengan Masyarakat

Jelang perilisan di bioskop Indonesia mulai 18 Maret 2026, Mahakarya Pictures hadirkan balon raksasa film Pelangi di Mars setinggi 10 meter di Jakarta Pusat.

“Kami ingin film Pelangi di Mars terasa dekat dengan masyarakat sejak awal. Karena itu kami memilih hadir langsung di ruang publik, supaya orang bisa melihat dan merasakan semangat film ini sebelum tayang di bioskop,” beri tahu Dendi Reynando.

Balon raksasa menjadi sapaan awal dari Pelangi di Mars kepada masyarakat Indonesia. Kehadirannya menyuarakan semangat yang menjadi inti cerita film, tentang harapan, mimpi, dan keyakinan bahwa masa depan bisa diperjuangkan bersama.

 


Tak Berhenti di Satu Karya

Mahakarya Pictures merilis teaser trailer film Pelangi di Mars, yang dibintangi Lutesha dan Rio Dewanto. Film ini padukan konsep live-action dan animasi 3D. (Foto: Dok. Mahakarya Pictures)

Balon raksasa Pelangi di Mars dapat dinikmati publik di area SCBD Jakarta mulai 19 hingga 22 Februari 2026 sebelum melanjutkan perjalanan ke lokasi berikutnya. Dendi Reynando menggarisbawahi Pelangi di Mars bukan sekadar film.

“Kami ingin ini tidak berhenti di satu karya. Pelangi di Mars kami siapkan sebagai intellectual property atau IP lokal yang bisa tumbuh berkelanjutan dan mudah-mudahan, mampu bersaing dengan IP internasional,” ia menyambung.

 


Pelangi di Mars dan Talenta Indonesia

Mahakarya Pictures merilis teaser trailer film Pelangi di Mars, yang dibintangi Lutesha dan Rio Dewanto. Film ini padukan konsep live-action dan animasi 3D. (Foto: Dok. Mahakarya Pictures)

Dalam kesempatan itu, Irene Umar mengapresiasi perjuangan Dendi Reynando, Upie Guava, dan tim yang telah lima tahun bekerja untuk menghasilkan Pelangi di Mars. Baginya, Pelangi di Mars bukan sekadar pencapaian film Indonesia tapi juga perkembangan teknologi.

“Di mana dunia, sedang melihat hasil karya Mahakarya Pictures yang ada di sini tapi juga melihat teknologi yang dikembangkan. Maka dari itu, kami sangat berbangga, untuk memperlihatkan kepada Indonesia dan dunia, bahwa (Pelangi di Mars) ini talenta Indonesia,” ucapnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya