Kasus TBC di Negeri Jiran Naik, Menkes Malaysia Ungkap Fakta di Baliknya

Menkes Malaysia Dzulkefly Ahmad mengatakan ada beberapa kemungkinan yang membuat kasus TBC di sana sedikit naik. Salah satunya peningkatan deteksi kasus.

oleh Benedikta DesideriaDiterbitkan 19 Februari 2026, 14:37 WIB
Ilustrasi kasus TBC di Malaysia sedikit naik dipengaruhi oleh beberapa hal. Salah satunya peningkatan deteksi kasus di masyarakat.

Liputan6.com, Jakarta - Kasus TBC atau tuberkulosis di Malaysia mengalami peningkatan. Pada tahun ini ditemukan 9,2 kasus dari 100 ribu penduduk, sementara pada 2025 ada 8,4 kasus dari 100 ribu penduduk.

"Berdasarkan data pengawasan terkini hingga Pekan Epidemiologi ke-6, terdapat sedikit peningkatan tuberkulosis pada tahun 2026 dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya," kata Menteri Kesehatan Malaysia Datuk Seri Dr Dzulkefly Ahmad.

Lebih lanjut, kenaikan kasus di Negeri Jiran bisa dipengaruhi oleh beberapa hal. Termasuk peningkatan deteksi kasus di masyarakat.

"Namun, peningkatan ini harus ditafsirkan dengan hati-hati, karena mungkin dipengaruhi oleh beberapa faktor, termasuk peningkatan upaya deteksi kasus aktif, penguatan penyaringan kontak, dan peningkatan sistem pelaporan dan pemberitahuan," katanya kepada New Straits Times mengutip Kamis, 19 Februari 2026.

Dzulkefly juga melihat angka insiden TBC di sana pada 2024. Angkanya 8,0 dari 100 ribu penduduk. Setahun kemudian angka insiden TBC sedikit naik di 8,4 per 100 ribu penduduk.

"Ini menunjukkan bahwa peningkatan berada dalam fluktuasi epidemiologi, bukan indikasi lonjakan yang tidak biasa," tuturnya.

 

Malaysia Terus Pantau Situasi Kasus TBC

Melihat ada peningkatan kasus TBC, Kementerian Kesehatan Malaysia akan terus memantau situasi dengan cermat. Lalu, strategi pengendalian bakal diperkuat.

“Tuberkulosis merupakan penyakit yang dapat dicegah dan diobati. Deteksi dini serta pengobatan yang cepat sangat penting untuk menghentikan penularan dan mengurangi dampaknya,” katanya.

Dzulkefly mengatakan sebuah penyakit disebut mengalami lonjakan itu bila jumlah kasus melebihi kisaran berdasarkan data historis dan epidemiologis, ketika terjadi peningkatan kasus yang signifikan dibandingkan tahun sebelumnya, ketika muncul sekelompok kasus dalam waktu singkat di satu lokasi.

"Oleh karena itu, peningkatan kecil di area berisiko seperti penjara, asrama pekerja, atau komunitas perumahan dapat diklasifikasikan sebagai lonjakan dan memerlukan intervensi kesehatan masyarakat yang cepat dan tepat sasaran," tutur Dzulkefly.

Ia pun menegaskan bahwa di Malaysia, tuberkulosis adalah penyakit yang wajib dilaporkan. Sehingga setiap kasus yang ditemukan harus segera masuk dalam sistem pelaporan nasional, ditindaklanjuti dengan penelusuran kontak erat, serta dipastikan pasien mendapatkan pengobatan sampai tuntas.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya