Perkuat Diplomasi Energi di AS, Menteri ESDM Ikut Dampingi Presiden Prabowo

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia ikut mendampingi Presiden Prabowo Subianto dalam pertemuan bilateral di Amerika Serikat (AS).

oleh Meila Alfauzi SukmawanDiterbitkan 22 Februari 2026, 11:05 WIB
Presiden Prabowo Subianto Terbang ke AS Temui Donald Trump Didampingi Bahlil dan Teddy (Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden)

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (Menteri ESDM) Bahlil Lahadalia turut mendampingi Presiden Prabowo Subianto dalam melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump di Washington DC.

Pertemuan tersebut dalam rangka memperkuat hubungan kedua negara serta penjajakan kerja sama strategis di berbagai bidang, termasuk ESDM.

Ia menyampaikan bahwa kehadiran Menteri ESDM dalam kunjungan tersebut merupakan bagian strategis dari diplomasi energi Indonesia guna mendukunng pertumbuhan industri dalam negeri.

"Kehadiran Menteri ESDM dalam kunjungan ini menjadi bagian penting dari diplomasi energi Indonesia, khususnya khususnya dalam memperkuat ketahanan energi nasional, mendorong hilirisasi, serta membuka peluang investasi investasi dan pengembangan teknologi guna mendukung pertumbuhan industri dalam negeri," sebut siaran pers Kementerian ESDM, dikutip dari Antara, Kamis 19 Februari 2026.

Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa sektor energi memegang peran sentral dalam upaya memperkuat daya saing industri nasional serta menjaga stabilitas perekonomian, yang menjadi salah satu fokus dalam agenda pertemuan tersebut.

"Diplomasi yang akan dilakukan Bapak Presiden merupakan langkah strategis untuk memperkuat posisi Indonesia di tengah dinamika global. Di sektor energi, kami akan memastikan setiap peluang kerja sama dapat mendukung ketahanan energi dan memberikan manfaat nyata bagi perekonomian nasional," ucap Bahlil.

Langkah Diplomasi Energi Menuju Target NZE 2060

Dalam forum yang dihadiri para pemimpin dunia, pelaku usaha, hingga tokoh-tokoh dunia tersebut, Presiden Prabowo juga menegaskan komitmen Indonesia melawan berbagai praktik ilegal. Tampak dalam foto, Presiden Indonesia, Prabowo Subianto saat menyampaikan pidato khusus (special address) pada pertemuan tahunan Forum Ekonomi Dunia (WEF) di Davos, Swiss, pada Kamis 22 Januari 2026. (Fabrice COFFRINI/AFP)

Dalam rangkaian tersebut, Pemerintah Indonesia akan melakukan komunikasi strategis terkait dengan penguatan kerja sama di sektor energi dan sumber daya mineral.

Hal ini ditegaskan bahwa seluruh bentuk kolaborasi yang dijajaki merupakan bentuk memperkuat kapasitas nasional dan mendukung ketahanan energi jangka panjang.

"Kami akan mendorong kolaborasi yang berorientasi pada peningkatan investasi, transfer teknologi, dan pengembangan sumber daya manusia. Prinsipnya adalah kemitraan yang saling menguntungkan dan tetap berpijak pada kepentingan nasional," kata Bahlil.

Hal ini sejalan dengan komitmen Indonesia dalam mencapai target Net Zero Emission (NZE) pada 2060 melalui penguatan bauran energi yang beragam, efisien, dan berkelanjutan.

"Ketahanan dan kemandirian energi adalah fondasi utama pembangunan. Karena itu, setiap langkah diplomasi energi ke depan harus memperkuat industri dalam negeri dan meningkatkan produktivitas nasional," tutup Bahlil.

 

 

 

Atasi Polusi Udara Jakarta Harus Gunakan Energi Terbarukan?(Triyasni/Liputan6.com)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya