Aksi Heroik Berujung Duka, Kepala Dusun Meninggal Tenggelam Saat Tolong Mahasiswa KKN

Kepala dusun berusaha menolong dua mahasiswa yang terbawa arus. Keduanya berhasil diselamatkan. Namun setelah itu sang kepala dusun justru tenggelam dan tidak muncul ke permukaan

oleh HendroDiterbitkan 19 Februari 2026, 13:36 WIB
Kepala Dusun Meninggal Tenggelam Saat Tolong Mahasiswa KKN. (Liputan6.com/Hendro Ary Wibowo)

Liputan6.com, Jakarta - Wahyu Ristanto (25), Kepala Dusun Sempon Wetan, Gunungkidul meninggal dunia setelah tenggelam di Sungai Ngreneng, Rabu (18/2/2026) siang. Korban tewas tenggelam setelah berupaya menolong dua mahasiswa KKN yang terseret arus.

Kapolsek Semanu, AKP Pudjijono menjelaskan, peristiwa tragis itu terjadi sekitar pukul 12.00 WIB. Saat itu korban bersama tiga mahasiswa KKN Universitas Ahmad Dahlan (UAD) tengah melakukan survei di kawasan Sungai Ngreneng.

“Setelah selesai survei dan berfoto, mereka berkumpul lalu berenang di sungai tersebut,” ujar AKP Pudjijono saat dikonfirmasi, Kamis (19/2/2026).

Sekitar pukul 12.20 WIB, dua mahasiswa KKN berinisial IPMAH dan YUNI tiba-tiba terbawa arus sungai dan tenggelam. Melihat kejadian itu, korban yang juga menjabat sebagai kepala dusun setempat spontan turun tangan memberikan pertolongan.

“Korban berusaha menolong dua mahasiswa yang terbawa arus. Keduanya berhasil diselamatkan. Namun setelah itu korban justru tenggelam dan tidak muncul ke permukaan,” jelasnya.

Situasi mendadak panik. Sejumlah mahasiswa KKN lainnya meminta bantuan warga sekitar serta melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Semanu. Sekitar 20 menit kemudian, dua mahasiswa KKN bersama warga kembali turun ke sungai untuk melakukan pencarian.

Dalam proses pencarian, warga membuka penutup bendungan di Sungai Ngreneng untuk mengurangi debit dan mempermudah evakuasi. Korban akhirnya ditemukan di sisi timur dalam kondisi tidak sadarkan diri. Korban kemudian dievakuasi menggunakan ambulans dan dilarikan ke RS Pelita Husada.

Kepala Dusun Meninggal Tenggelam Saat Tolong Mahasiswa KKN. (Liputan6.com/Hendro Ary Wibowo)

Dua Mahasiswa Sempat Pingsan

Sementara itu, anggota Polsek Semanu juga mengevakuasi dua mahasiswa KKN yang sempat pingsan ke rumah sakit yang sama untuk mendapatkan penanganan medis.

Namun nahas, nyawa Wahyu Ristanto tidak tertolong. Berdasarkan keterangan dokter RS Pelita Husada, dr. Nofrian, korban dinyatakan telah meninggal dunia saat tiba di rumah sakit.

“Menurut keterangan dokter, saat korban dibawa ke RS Pelita Husada sudah dalam kondisi meninggal dunia,” ungkap AKP Pudjijono.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya