Satpol PP DKI Awasi Ketat 43 Titik Rawan Tawuran di Jakarta Selama Ramadan

Satpol PP mencatat, ada 43 lokasi di lima wilayah kota Jakarta yang masuk kategori kawasan rawan tawuran.

oleh Winda NelfiraDiterbitkan 19 Februari 2026, 08:29 WIB
Satpol PP DKI Jakarta melakukan apel kegiatan pengawasan dan penertiban tempat usaha hiburan dan rekreasi bersama Tim Terpadu dalam rangka menjaga ketertiban umum selama Ramadhan dan Idul Fitri, di Balai Kota Jakarta, Rabu (18/2/2026).

Liputan6.com, Jakarta - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DKI Jakarta akan melakukan pengawasan ketat terhadap 43 titik rawan tawuran di Jakarta. Pengawasan dilakukan untuk mengantisipasi peningkatan kasus tawuran selama Ramadan.

Kepala Satpol PP DKI Jakarta, Satriadi Gunawan mengatakan berdasarkan data, tercatat ada 43 lokasi di lima wilayah kota Jakarta yang masuk kategori kawasan rawan tawuran.

"Data dari Kesbangpol, ada 43 titik rawan tawuran di DKI Jakarta. Nanti itu yang akan kita antisipasi," kata Satriadi dalam keterangannya, dikutip Kamis (19/2/2026).

Satriadi menjelaskan, setiap hari Satpol PP DKI mengerahkan 1.900 personel mobile dan siaga untuk melakukan pengawasan ketertiban umum. Khusus selama Ramadan, akan diberlakukan pola penambahan kekuatan personel untuk melakukan pengawasan terhadap kawasan rawan tawuran.

Koordinasi dengan TNI-Polri

Kendati fokus pada 43 titik kawasan rawan tawuran, Satriadi bilang pihaknya tidak akan lengah dan bakal tetap melakukan pengawasan secara menyeluruh ke lokasi lain. Sebab, lokasi rawan tawuran dinilai bisa saja bergeser lantaran sifatnya insidentil.

“Kita berkoordinasi dengan Kepolisian dan TNI. Sehingga nantinya kawasan yang menjadi titik rawan diharapkan bisa dilakukan antisipasi dini sebelum terjadi tawuran,” ucapnya.

Satriadi juga menyampaikan, upaya penangan tawuran tidak hanya dalam bentuk pengawasan dan penindakan saat ada kejadian. Kegiatan antisipasi juga meliputi edukasi dan pendekatan agar masyarakat bisa mendukung upaya pengentasan tawuran remaja di lingkungannya.

Selain itu, dia menyatakan akan menggencarkan pengawasan peredaran minuman keras dan bakal melakukan sweeping untuk memastikan tidak ada peredaran minuman keras ilegal. Meski begitu, dia menegaskan jadwal sweeping bersifat rahasia.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya