Benfica vs Real Madrid, Eks Barcelona Ini Tantang Prestianni: Katakan Apa yang Kau Katakan!

Thierry Henry mendesak Gianluca Prestianni jujur soal tudingan rasis kepada Vinicius Jr di laga Benfica vs Real Madrid.

oleh Dimas Ardi PrasetyaDiterbitkan 19 Februari 2026, 01:09 WIB
Vinicius Junior mencetak gol tunggal kemenangan Real Madrid atas Benfica pada laga leg pertama knockout play-off Liga Champions musim ini di Estadio da Luz, Lisbon, Rabu (18/02/2026) dini hari WIB. Sayangnya dalam duel tersebut, Vincius menjadi korban tindakan rasisme yang dilakukan pendukung dan pemain Benfica, Gianluca Prestianni (kanan). (AFP/PATRICIA DE MELO MOREIRA)

Liputan6.com, Jakarta - Laga leg pertama playoff fase gugur Liga Champions 2025/2026 di Estadio da Luz, Rabu (18/02/2026) dini hari WIB, berubah menjadi sorotan besar. Momen panas terjadi ketika Gianluca Prestianni diklaim melontarkan hinaan berbau rasis kepada bintang Real Madrid Vinicius Junior.

Insiden itu mencuat sesaat setelah Vinicius mencetak gol penentu kemenangan Real Madrid atas Benfica. Pemain asal Brasil tersebut langsung melapor kepada wasit dan pertandingan pun dihentikan selama sekitar 10 menit.

Prestianni konon menghina Vinicius dengan memanggilnya 'Monyet'. Pemain asal Brasil itu sempat mencoba meninggalkan lapangan sebagai bentuk protes atas dugaan perlakuan rasis yang diterimanya.

UEFA kemudian mengaktifkan protokol resmi anti-rasisme. Sejak saat itu, polemik berkembang menjadi saling pernyataan di ruang publik, termasuk desakan keras dari legenda sepak bola Thierry Henry.


Vinicius dan Mbappe Buka Suara

Vinicius Junior mencetak gol tunggal kemenangan Real Madrid atas Benfica pada laga leg pertama knockout play-off Liga Champions musim ini di Estadio da Luz, Lisbon, Rabu (18/02/2026) dini hari WIB. Sayangnya dalam duel tersebut, Vincius menjadi korban tindakan rasisme yang dilakukan pendukung dan pemain Benfica, Gianluca Prestianni. (AP Photo/Pedro Rocha)

Setelah pertandingan yang dimenangkan Real Madrid 1-0 itu, Vinicius Junior menyampaikan pesan tegas melalui media sosial. Ia menuliskan pernyataan di Instagram yang berbunyi, “rasis adalah pengecut”.

Unggahan tersebut langsung memicu gelombang dukungan dari rekan setim dan publik. Manajemen klub juga dikabarkan meminta otoritas sepak bola mengambil langkah tegas terhadap dugaan tindakan tersebut.

Rekan setimnya, Kylian Mbappe, ikut memberikan respons keras atas insiden itu. Penyerang Prancis tersebut bahkan meminta agar Prestianni dijatuhi larangan bermain di Liga Champions.

Mbappe mengklaim mendengar langsung ucapan yang ditujukan kepada Vinicius di Estadio da Luz. Ia menyebut pemain Benfica itu memanggil Vinicius sebagai monyet sebanyak lima kali dalam laga tersebut.


Bantahan Tegas Prestianni

Kylian Mbappe menilai winger Benfica, Gianluca Prestianni, tidak pantas lagi tampil di kompetisi elite Eropa tersebut setelah dugaan tindakan pelecehan rasial terhadap Vinicius. Meskipun begitu Prestianni tidak mendapat kartu kuning atau merah dari wasit. Ia terlihat menutup mulutnya dengan jersey, sehingga wasit tidak menemukan bukti verba. (AFP/Patricia De Melo Moreira)

Gianluca Prestianni tidak tinggal diam menghadapi tudingan tersebut. Winger muda Benfica itu memberikan klarifikasi melalui akun media sosial pribadinya.

Ia membantah telah melakukan pelecehan rasial terhadap Vinicius Junior. Prestianni menyatakan bahwa telah terjadi kesalahpahaman dalam insiden tersebut.

“Saya ingin mengklarifikasi bahwa saya sama sekali tidak pernah melontarkan hinaan rasis kepada Vini Jr, yang sayangnya salah paham dengan apa yang ia dengar. Saya tidak pernah bersikap rasis kepada siapa pun dan saya menyesali ancaman yang saya terima dari para pemain Real Madrid," akunya, seperti dilansir Goal.

Lanjut Baca:

Pernyataan itu justru memperpanjang polemik karena kubu Real Madrid tetap bersikukuh bahwa telah terjadi tindakan tidak pantas di lapangan. Situasi pun semakin menjadi perhatian publik sepak bola Eropa.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya