Eks Manchester United Ini Bongkar Akar Konflik Cristiano Ronaldo vs Erik ten Hag

Steve McClaren ungkap penyebab konflik Cristiano Ronaldo dan Erik ten Hag di Manchester United sebelum sang bintang hengkang.

oleh Dimas Ardi PrasetyaDiterbitkan 18 Februari 2026, 21:54 WIB
Pemain Manchester United atau MU Cristiano Ronaldo berselebrasi usai mencetak gol ketiga timnya ke gawang Tottenham Hotspur pada pertandingan Liga Inggris di Old Trafford, Minggu (13/3/2022) dini hari WIB. (Martin Rickett/PA via AP)

Liputan6.com, Jakarta - Hubungan antara Cristiano Ronaldo dan Erik ten Hag di Manchester United pernah memanas dan menjadi sorotan dunia. Ketegangan itu berujung pada perpisahan dramatis sang megabintang pada akhir 2022.

Situasinya semakin rumit setelah Ronaldo memberikan wawancara eksplosif yang mengguncang internal klub. Dalam momen tersebut, ia melontarkan kritik terbuka kepada manajer, pemilik klub, hingga beberapa rekan setimnya.

Sejak kedatangan Ten Hag dari Ajax, perubahan gaya bermain langsung terasa di ruang ganti Old Trafford. Pendekatan disiplin dan tuntutan taktik yang ketat rupanya tidak sepenuhnya sejalan dengan karakter Ronaldo.

Kini, salah satu sosok di balik layar akhirnya buka suara. Steve McClaren, yang saat itu menjadi asisten Ten Hag, mengungkap apa sebenarnya yang terjadi di balik perselisihan tersebut.


McClaren Beberkan Akar Kebuntuan di Ruang Latihan

Manajer Manchester United Erik ten Hag memberikan instruksi kepada Donny van de Beek, Cristiano Ronaldo, dan Diogo Dalot dalam laga melawan Aston Villa pada pekan ke-15 Liga Inggris di Stadion Villa Park, Birmingham, Minggu, 6 November 2022. (Geoff Caddick / AFP)

Steve McClaren mengakui bahwa gesekan antara Ronaldo dan Ten Hag berawal dari tuntutan taktik yang sangat spesifik. Ten Hag ingin menerapkan pressing intens seperti yang ia bangun sebelumnya di Ajax.

Ronaldo, dengan reputasi dan pengalaman panjangnya di level tertinggi, menghadapi realitas baru sebagai bagian dari sistem yang menuntut kerja tanpa bola lebih agresif. Perbedaan pendekatan inilah yang memicu ketegangan di lapangan latihan.

Berbicara di siniar The Good, The Bad and The Football, McClaren menegaskan bahwa Ten Hag tidak bersedia berkompromi. "Ada banyak pertarungan di lapangan latihan itu. Ada banyak instruksi, 'yang kuinginkan hanyalah ini, ini, ini, dan ini'. Itulah cara Erik melatih, 'Ronnie, ini tugasmu'," ungkapnya, dikutip dari Goal.

"Aku biasa berkata kepada Ronnie: 'yang ia [Ten Hag] inginkan hanyalah, kamu yang pertama menekan, lakukan satu lari, dua lari, dan mungkin lari ketiga, jika kamu mau. Dan kemudian, kembali ke tengah, jika kita merebut bola, dan kemudian kita bisa mengoper ke arahmu."

"Itulah yang ia inginkan darimu. Jika kamu tidak bisa melakukan itu, kamu tidak akan bermain. Atau jika kamu tidak mau melakukan itu, kamu tidak bisa bermain. Oke, atau ia tidak akan memilihmu. Aku katakan padamu, ia tidak akan memilihmu'. Bukannya seperti, kupikir orang lain akan (berkompromi), dan itulah perbedaannya, orang lain akan melakukannya."

Lanjut Baca:

Steve McClaren kemudian mengatakan bahwa Erik Ten Hag enggan berkompromi atau mengalah. Ia bersikeras bahwa Cristiano Ronaldo tetap harus mengikuti kemauannya di Manchester United jika masih ingin bermain. "Namun Erik berkata, "Tidak, saya yang akan melakukan itu, dan ia [Ronaldo] harus melakukannya, kalau tidak ia tidak akan bermain," tutur McClaren. "Itu sedikit seperti pertengkaran. Bukan pertengkaran, tapi kebuntuan, dan siapa yang akan menang? Erik tetap teguh pada pendiriannya." "Saya pikir sebagian besar manajer akan mengakomodasi hal itu, beberapa manajer memang seperti itu. Tapi ia tetap teguh pada pendiriannya," beber McClaren.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya