Penjualan LCGC Rontok, Begini Strategi Daihatsu Agar Produknya Tetap Dilirik

Segmen LCGC di sepanjang tahun lalu mengalami tekanan cukup dalam. Kondisi ekonomi dan daya beli masyarakat yang terus menurun menjadi dua faktor utama

oleh Arief AszhariDiterbitkan 18 Februari 2026, 14:02 WIB
All New Daihatsu Ayla (Amal/Liputan6.com)

Liputan6.com, Jakarta - Segmen mobil murah ramah lingkungan atau Low Cost Green Car (LCGC) mengalami tekanan cukup dalam di sepanjang 2025. Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), realisasi penjualan wholesale (pabrik ke dealer) LCGC sepanjang tahun lalu hanya sebesar 122.686 unit, atau turun signifikan dibandingkan periode 2024 yang mencatat 176.766 unit.

Kondisi ekonomi dan daya beli masyarakat yang terus menurun menjadi dua faktor utama yang membuat penjualan LCGC semakin tergerus di sepanjang tahun lalu.

Astra Daihatsu Motor (ADM) sebagai pemain utama dan salah satu penguasa pangsa pasar LCGC mengatakan telah menyiapkan beberapa strategi untuk mengangkat kembali penjualan mobil murah pada 2026.

"Kalau kami berusaha untuk memberi kemudahan kepemilikan. Kami memiliki value chain di Astra yang sangat kuat untuk leasing," jelas Sri Agung Handayani, Direktur Marketing dan Corporate Communication PT ADM, saat ditemui di bilangan Kemayoran, Jakarta Pusat, belum lama ini.

Lanjut Sri Agung, dengan kuatnya dukungan leasing di Astra Group, maka jenama yang terkenal dengan produksi mobil compact ini dapat memberikan berbagai penawaran menarik terkait pembelian secara kredit bagi konsumen LCGC.

"Kami juga mempermudah satu hal lagi, yaitu baik itu interest rate, DP, maupun term of payment yang mungkin disesuaikan dengan masing-masing kebutuhan customer untuk kepemilikan," tegasnya.

Perhatian Khusus Pemerintah untuk LCGC

Sementara itu, dari sisi produk, line-up LCGC milik Daihatsu disebut menjadi salah satu yang paling lengkap. Pilihan mesinnya mulai dari yang terbawah atau paling terjangkau yaitu 1.0 liter hingga 1.5 liter.

"Kami sudah ada produk line-up yang paling terjangkau di 1.0 untuk LCGC dan saat ini kontribusinya sangat besar untuk daerah remote dan rural area," tukasnya.

Sebelumnya, pemerintah melalui Kementerian Perindustrian (Kementerian Perindustrian) telah menyatakan akan terus memberikan perhatian lebih pada pasar LCGC.

Penurunan penjualan LCGC mencerminkan dinamika pasar otomotif serta perubahan preferensi konsumen di Indonesia. Meski demikian, pemerintah tidak tinggal diam menanggapi tren penurunan tersebut.

"Pemerintah dalam hal ini tentu akan tetap memberikan perhatian pada pemulihan pasar LCGC melalui pemberian insentif fiskal yang efektif," tukas Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri Perindustrian.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya