Emiten PJAA Raup Laba Rp 180,19 Miliar hingga 2025

PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) atau emiten PJAA mencatat pendapatan turun 11,4% dan laba naik 1,3% pada 2025.

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 18 Februari 2026, 06:00 WIB
PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) membukukan kinerja keuangan beragam pada 2025. Perseroan mencatat penurunan pendapatan, tetapi laba naik tipis hingga 2025. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Liputan6.com, Jakarta - PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) membukukan kinerja keuangan beragam pada 2025. Perseroan mencatat penurunan pendapatan, tetapi laba naik tipis hingga 2025.

Mengutip laporan keuangan yang disampaikan dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Rabu (18/2/2026), pengelola Ancol ini meraup pendapatan usaha Rp 1,12 triliun hingga 2025. Pendapatan usaha tersebut turun sekitar 11,4% dari periode sama tahun sebelumnya Rp 1,26 triliun.

Beban pokok pendapatan dan beban langsung naik menajdi Rp 609,54 miliar dibandingkan 2024 sebesar Rp 599,12 miliar. Perseroan mencatat laba bruto turun 23,26% menjadi Rp 511,66 miliar dari periode sama tahun sebelumnya Rp 666,77 miliar.

Perseroan mencatat penghasilan bunga turun menjadi Rp 9,36 miliar dari periode sama tahun sebelumnya Rp 17,74 miliar. Perseroan meraup kenaikan penghasilan lainnya menjadi Rp 224,65 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 23,24 miliar. Perseroan menekan kerugian kurs menjadi Rp 2 miliar dari periode sama tahun sebelumnya Rp 22 miliar.

Seiring hal itu, laba usaha merosot 12,7% menjadi Rp 324,65 miliar dari periode 2024 sebesar Rp 372,3 miliar.  Perseroan mencatat laba bersih tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk bertambah 1,3% menjadi Rp 180,19 miliar hingga 2025 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 177,79 miliar. Seiring kinerja itu, perseroan mencatat laba per saham naik menajdi Rp 113 hingga 2025 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 111.

Total ekuitas perseroan naik 7,22% menjadi Rp 1,86 triliun pada 2025 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 1,73 triliun. Liabilitas turun 4,5% menjadi Rp 1,77 triliun dari 2024 sebesar Rp 1,85 triliun. Aset perseroan bertambah 1,16% menjadi Rp 3,63 triliun pada 2025 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 3,59 triliun. Perseroan mengantongi kas dan setara kas Rp 278,2 miliar pada 2025 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 292,7 miliar.

Kinerja PJAA hingga September 2025

Sejumlah unit rekreasi yang menjadi favorit kunjungan antara lain Dunia Fantasi, Sea World, hingga Atlantis Water Adventure. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Sebelumnya, PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) mencatat penurunan pendapatan dan laba hingga September 2025.

Mengutip laporan keuangan yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Rabu (22/10/2025), PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk meraup pendapatan usaha Rp 798,52 miliar hingga September 2025. Pendapatan usaha turun 9,4% dari periode sama tahun sebelumnya Rp 881,44 miliar.

Beban pokok pendapatan Perseroan tercatat Rp 22,33 miliar hingga September 2025 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 29,65 miliar. Beban langsung naik menjadi Rp 417,69 miliar hingga September 2025 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 413,45 miliar.

Seiring hal itu, laba bruto Perseroan  susut 18,2% menjadi Rp 358,49 miliar hingga 30 September 2025 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 438,34 miliar. Perseroan mencatat kenaikan pendapatan lainnya mencapai Rp 28,38 miliar dari periode sama tahun sebelumnya Rp 12,90 miliar.

Laba usaha Perseroan turun 31,88% menjadi Rp 164,28 miliar hingga September 2025 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 238,39 miliar. Perseroan mencatat laba bersih tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk merosot 41,56% menjadi Rp 56,62 miliar hingga September 2025 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 100,59 miliar. Seiring hal itu laba per saham dasar turun menjadi Rp 37 hingga September 2025 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 63.

 

 

Ekuitas Perseroan

Wisatawan memadati Pantai Ancol saat mengisi libur Natal, Jakarta, Minggu (25/12/2022). Kepala Komunikasi PT Pembangunan Jaya Ancol Ariyadi Eko Nugroho mengungkapkan per hari ini jumlah wisatawan di Taman Impian Jaya Ancol tembus 40.000, angka tersebut meningkat dua kali lipat dibanding libur hari biasa maupun Natal tahun 2021. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Total ekuitas naik menjadi Rp 1,75 triliun hingga September 2025 dari Desember 2024 sebesar Rp 1,71 triliun. Liabilitas Perseroan turun menjadi Rp 1,68 triliun hingga September 2025 dari Desember 2024 sebesar Rp 1,85 triliun. Aset susut menjadi Rp 3,43 triliun hingga September 2025 dari Desember 2024 sebesar Rp 3,59 triliun. Perseroan kantongi kas dan setara kas mencapai Rp 135,19 miliar hingga 30 September 2025 dari Desember 2024 sebesar Rp 292,78 miliar.

Pada penutupan perdagangan saham Selasa, 21 Oktober 2025, harga saham PJAA turun 1,87% menjadi Rp 525 per saham. Harga saham PJAA berada di level tertinggi Rp 555 dan terendah Rp 525 per saham. Kapitalisasi pasar saham tercatat Rp 840 miliar.                                                                                                                      

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya