Alessandro Bastoni Minta Maaf Usai Kontroversi Kartu Merah Pierre Kalulu

Alessandro Bastoni meminta maaf atas reaksinya saat kartu merah Pierre Kalulu di laga Inter vs Juventus Serie A 2025/2026. Ia akui kesalahan dan terima ancaman.

oleh Asad ArifinDiterbitkan 18 Februari 2026, 00:41 WIB
Pierre Kalulu menerima kartu merah di laga Inter Milan vs Juventus di pekan ke-25 Liga Italia 2025/2026 di Giuseppe Meazza, Minggu (15/02/2026) dini hari WIB. (Marco Alpozzi/LaPresse via AP)

Liputan6.com, Jakarta - Laga pekan ke-25 Serie A 2025/2026 antara Inter Milan dan Juventus menyisakan kontroversi. Duel Derby d’Italia itu berakhir 3-2 untuk kemenangan Nerazzurri. Namun sorotan justru tertuju pada insiden Alessandro Bastoni dan Pierre Kalulu.

Alessandro Bastoni menjadi pusat perdebatan. Ia dinilai berperan dalam pengusiran Kalulu pada menit ke-42 setelah bek Juventus itu menerima kartu kuning kedua. Keputusan wasit Federico La Penna langsung memicu reaksi keras.

Kalulu diusir karena dua pelanggaran yang berhukum kartu kuning, yang terakhir digambarkan sebagai ‘absurd’ dan ‘tidak ada’ oleh surat kabar di Italia. Bastoni dinilai telah melakukan diving dalam upaya untuk membuat lawannya diusir.

Beberapa hari setelah laga panas tersebut, Bastoni akhirnya angkat bicara. Bek Inter itu meminta maaf atas reaksi emosionalnya dan mengaku menerima ancaman serius pasca pertandingan.


Kontroversi Derby d’Italia dan Tekanan Publik

Pemain Inter Milan, Alessandro Bastoni, merayakan gol pembuka timnya pada pertandingan Serie A Italia melawan Torino di Stadion San Siro, Milan, Selasa (26 Agustus 2025). (AP Photo/Luca Bruno)

Bastoni mendapat kritik tajam bukan hanya karena insiden jatuhnya, tetapi juga selebrasinya setelah Kalulu diusir. Aksi tersebut dianggap provokatif dan tidak sportif. Bahkan muncul seruan agar ia dicoret dari skuad tim nasional Italia.

Situasi semakin sensitif karena Bastoni sendiri sudah mengantongi satu kartu kuning. Jika wasit menilai ia melakukan simulasi, ia berpotensi menerima kartu kuning kedua dan ikut diusir. Detail ini memperbesar kontroversi.

Sejak Sabtu malam, Bastoni memilih diam. Ia baru berbicara pada Selasa sore dalam konferensi pers pra-pertandingan Liga Champions bersama Cristian Chivu jelang duel melawan Bodo/Glimt.

Dalam kesempatan itu, ia mengakui kesalahannya dalam merayakan kartu merah lawan. Namun ia tetap meyakini ada kontak dalam duel tersebut dan tidak meminta maaf atas momen jatuhnya.


Pernyataan Resmi Alessandro Bastoni

Gelandang Inter Milan, Petar Sucic, merayakan bersama rekan setimnya Alessandro Bastoni (kanan) dan Federico Dimarco, setelah mencetak gol dalam pertandingan Serie A antara Inter Milan dan Fiorentina di Milan, Italia, Rabu, 29 Oktober 2025. (AP Photo/Antonio Calanni)   

Berbicara kepada Sky Sport Italia, Bastoni menjelaskan situasi yang ia rasakan di lapangan. Ia juga menyoroti besarnya reaksi publik yang menurutnya melampaui ekspektasi.

“Saya ingin datang ke sini karena banyak hal yang terjadi lebih dari yang saya duga atau bayangkan setelah hari Sabtu. Saya menunggu beberapa hari untuk meninjau apa yang terjadi,” kata Bastoni kepada Sky Sport Italia.

“Yang saya rasakan adalah kontak dengan lengan saya, yang semakin jelas ketika saya menonton ulang rekamannya. Saya di sini untuk bertanggung jawab. Yang saya sesali adalah perilaku saya selanjutnya. Manusia berhak untuk melakukan kesalahan tetapi juga berkewajiban untuk mengakui kesalahan tersebut. Itulah mengapa saya di sini.”

Bastoni juga mengungkap bahwa ia menerima ancaman kematian setelah insiden tersebut. Ia menyatakan simpati kepada wasit Federico La Penna dan menegaskan bahwa emosi di lapangan tidak boleh berujung pada kebencian di luar pertandingan.

Sumber: Football Italia

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya