Real Madrid Harus Satu Napas saat Menyerang dan Bertahan

Benfica vs Real Madrid di Liga Champions 2025-2026 dengan fokus pada strategi menyerang dan bertahan bersama demi tiket ke 16 besar.

oleh Gia Yuda PradanaDiterbitkan 17 Februari 2026, 14:02 WIB
Penyerang Real Madrid, Vinicius Junior, merayakan gol yang dicetaknya ke gawang Real Sociedad dalam lanjutan La Liga Spanyol di Santiago Bernabeu, Minggu (15/2/2026) dini hari WIB. (Pierre-Philippe MARCOU / AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Pertandingan Benfica vs Real Madrid pada leg pertama play-off fase gugur Liga Champions 2025-2026 akan berlangsung di Estadio da Luz, Rabu (18/2/2026) pukul 03.00 WIB. Laga ini menjadi ujian penting bagi Los Blancos setelah gagal menembus delapan besar fase liga.

Real Madrid datang dengan modal kemenangan 4-1 atas Real Sociedad di Liga Spanyol. Hasil tersebut memberi dorongan mental menjelang duel krusial di Lisbon.

Kekalahan 2-4 dari Benfica pada pertemuan terakhir masih menjadi catatan yang ingin diperbaiki. Kali ini, tim asuhan Alvaro Arbeloa membawa pesan kuat tentang pentingnya kerja kolektif di setiap fase permainan.


Serangan dan Pertahanan Harus Satu Napas

Pemain Real Madrid, Kylian Mbappe (kiri) berjoget dengan Eduardo Camavinga setelah mencetak gol ke gawang Athletic Bilbao dalam laga lanjutan Liga Spanyol 2025/2026 di Stadion San Mames, Bilbao, Spanyol, Rabu (03/12/2025). (AP Photo/Jose Breton)

Eduardo Camavinga menegaskan Real Madrid harus bermain sebagai satu kesatuan untuk meraih hasil positif. “Pertama, lakukan dengan baik sebagai tim dan tetap bersatu; menyerang dan bertahan bersama, maka semuanya akan baik-baik saja,” ujar Camavinga.

Ia menilai pendekatan itu menjadi kunci agar permainan tidak terpecah antara lini depan dan belakang. Fokus utama adalah menjaga keseimbangan tanpa mengubah rutinitas tim.

Pengalaman pahit di Lisbon pada pertemuan sebelumnya menjadi bahan evaluasi penting. “Mentalitas kami sekarang lebih baik dan kami ingin menang dengan rasa balas dendam,” kata Camavinga.

Pesan tersebut menunjukkan kesiapan mental yang lebih matang dibanding kunjungan terakhir ke Portugal. Real Madrid ingin tampil agresif tanpa mengorbankan disiplin bertahan.


Peran Camavinga di Lini Tengah

Gelandang Real Madrid asal Uruguay Federico Valverde (kiri) merayakan gol bersama gelandang Real Madrid asal Prancis Eduardo Camavinga (tengah) dan gelandang Real Madrid asal Turki Arda Guler setelah mencetak gol pertama mereka selama pertandingan sepak bola liga Spanyol antara Real Madrid CF dan Athletic Club Bilbao di Stadion Santiago Bernabeu di Madrid, pada 20 April 2025.OSCAR DEL POZO / AFP

Isu tentang ketiadaan sosok pengatur permainan seperti Toni Kroos juga ikut mengemuka. Camavinga menilai skuad saat ini memiliki pemain dengan karakter tersebut dan tidak perlu terpaku pada satu figur saja.

Ia bahkan membuka kemungkinan menjadi pengatur permainan bagi tim. “Saya mampu melakukan itu dan sekarang saya bisa melakukannya dengan lebih baik,” ujarnya dengan penuh keyakinan.

Fleksibilitas posisi juga menjadi nilai tambah bagi pemain asal Prancis itu. Ia mengaku nyaman ketika ditempatkan sebagai bek kiri atau sayap kiri demi kepentingan tim.

Meski demikian, posisi favoritnya tetap sebagai gelandang bertahan. Camavinga menyadari masih perlu meningkatkan konsistensi dan fokus agar perannya semakin maksimal.


Mentalitas dan Hubungan Antarpemain

Pelatih sementara Real Madrid, Alvaro Arbeloa mematok target tinggi bagi timnya jelang laga menghadapi Benfica dini hari nanti. Tampak dalam foto, gelandang Real Madrid asal Prancis, Eduardo Camavinga (kedua kana ) memberi isyarat saat sesi latihan jelang matchweek kedelapan Liga Champions 2025-2026 melawan SL Benfica di stadion Luz, Lisbon pada Selasa 27 Januari 2026. (FILIPE AMORIM/AFP)

Camavinga juga menyinggung pentingnya hubungan antarpemain, termasuk dengan Vinicius Junior. Ia menilai komunikasi jujur antar rekan setim membantu menjaga kualitas permainan di lapangan.

“Kami saling mengatakan kebenaran meski kadang terasa keras, karena itu yang dilakukan teman,” tuturnya. Hubungan tersebut dianggap penting dalam menjaga keharmonisan ruang ganti.

Soal kritik yang datang dari publik dan media, Camavinga memilih bersikap realistis. Ia menganggap kritik sebagai bagian dari pekerjaan pesepak bola profesional.

Pendekatan itu membuatnya lebih fokus pada peningkatan performa ketimbang opini di luar lapangan. Motivasi tambahan justru muncul dari tekanan yang ia terima.

Duel Benfica vs Real Madrid akan menjadi panggung pembuktian apakah filosofi “menyerang dan bertahan bersama” bisa dijalankan dengan konsisten. Jika mampu menjaga keseimbangan itu, peluang Real Madrid melangkah ke babak 16 besar akan semakin terbuka.

Sumber: Madrid Universal

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya