Liputan6.com, Jakarta - Komisaris PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG) Tjandra Karya Hermanto menambah kepemilikan saham pada pertengahan Februari 2026. Tujuan pembelian saham TAPG tersebut untuk investasi.
Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Selasa (17/2/2026), Komisaris Triputra Agro Persada Tjandra Karya Hermanto membeli 1.056.100 saham TAPG dengan harga Rp 1.490 per saham pada 12 Februari 2026. Dengan demikian, nilai pembelian saham TAPG itu sekitar Rp 1,57 miliar.
Advertisement
“Tujuan transaksi investasi dengan status kepemilikan langsung,” demikian seperti dikutip dari keterbukaan informasi BEI.
Setelah transaksi pembelian saham TAPG, komisaris TAPG Tjandra Karya Hermanto memiliki 49.500.000 saham TAPG atau setara 0,249%. Sebelumnya, ia mengenggam 48.443.900 saham TAPG atau setara 0,244%.
Pada penutupan perdagangan saham Jumat, 13 Februari 2026, harga saham TAPG turun 2,03% menjadi Rp 1.445 per saham. Saham TAPG dibuka stagnan di posisi Rp 1.475 per saham.
Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 0,64% ke posisi 8.212,27. Indeks saham LQ45 melemah 1,16% ke posisi 829,66. Sebagian besar indeks saham acuan memerah.
Sebelum jelang libur Imlek, IHSG berada di level tertinggi 8.251,98 dan level terendah 8.170,59. Sebanyak 408 saham melemah sehingga bebani IHSG. 267 saham menguat dan 148 saham diam di tempat.
Berdasarkan data google finance, harga saham TAPG turun 4,9% dalam lima hari terakhir. Selama sebulan terakhir, harga saham TAPG terpangas 5,25%. Sedangkan sepanjang 2025, harga saham TAPG naik 87,66%.
Emiten TAPG Bakal Tebar Dividen Interim Rp 50 per Saham
Sebelumnya, PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG) akan membagikan dividen interim untuk tahun buku 2025 sebesar Rp 992,62 miliar.
Pembagian dividen interim itu setara Rp 50 per saham. Pembagian dividen itu sesuai keputusan direksi yang telah disetujui dewan komisaris pada 30 Oktober 2025. Perseroan membagikan dividen interim 2025 berdasarkan data keuangan per 30 September 2025 antara lain:
- Laba bersih yang didapat diatribusikan kepada entitas induk sebesar Rp 2,67 triliun
- Saldo laba ditahan yang tidak dibatasi penggunaannya sebesar Rp 5,95 triliun
- Total ekuitas sebesar Rp 11,67 triliun
Berikut jadwal pembagian dividen interim 2025 PT Triputra Agro Persada Tbk:
- Tanggal cum dividen di pasar regular dan pasar negosiasi pada 10 November 2025
- Tanggal ex dividen di pasar regular dan pasar negosiasi pada 11 November 2025
- Tanggal cum dividen di pasar tunai pada 12 November 2025
- Tanggal ex dividen di pasar tunai pada 13 November 2025
- Tanggal daftar pemegang saham yang berhak atas dividen tunai pada 12 November 2025 pukul 16.00
- Tanggal pembayaran dividen pada 28 November 2025
Kinerja Kuartal III 2025
Sebelumnya, PT Triputra Agro Persada Tbk membukukan kenaikan pendapatan dan laba hingga September 2025.
Mengutip laporan keuangan yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia (BEI), Minggu, (2/11/2025), PT Triputra Agro Persada Tbk meraup pendapatan dari kontrak dengan pelanggan naik 31,48% menjadi Rp 8,2 triliun hingga September 2025. Pada periode sama tahun sebelumnya, perseroan meraup pendapatan Rp 6,24 triliun.
Beban pokok pendapatan naik 19,9% dari Rp 4,23 triliun menjadi Rp 5,08 triliun.
Dengan demikian, laba bruto tumbuh 55,86% menjadi Rp 3,12 triliun hingga September 2025 dari September 2024 sebesar Rp 2 triliun.
Perseroan mencatat kenaikan pendapatan operasi lainnya menjadi Rp 40,78 miliar hingga September 2025 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 31,23 miliar. Perseroan menekan beban umum dan administrasi menjadi Rp 385,8 miliar hingga September 2025 dari September 2024 sebesar Rp 390,5 miliar.
Seiring hal itu, laba usaha perseroan tumbuh 61,6% menjadi Rp 2,47 triliun hingga kuartal III 2025 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 1,52 triliun. Laba sebelum pajak penghasilan bertambah 64,13% menjadi Rp 3,32 triliun hingga September 2025 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 2,02 triliun.
Perseroan mencatat laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk naik 65,6% menjadi Rp 2,67 triliun hingga September 2025 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 1,61 triliun.
Laba per saham dasar yang dapat diatribusikan ke pemilik entitas induk naik menjadi Rp 135 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 81.
Total ekuitas naik menjadi Rp 11,67 triliun hingga September 2025 dari Desember 2024 sebesar Rp 11,27 triliun. Liabilitas perseroan turun menjadi Rp 2,78 triliun hingga September 2025 dari Desember 2024 sebesar Rp 3,03 triliun. Aset naik menjadi Rp 14,46 triliun hingga September 2025 dari Desember 2024 sebesar Rp 14,30 triliun. Perseroan kantongi kas dan setara kas sebesar Rp 1,6 triliun.