Libur Imlek 2026, Bursa Saham Asia Bervariasi

Perdagangan saham sepi di bursa saham Asia Pasifik seiring sebagian besar bursa saham libur merayakan Tahun Baru Imlek 2026.

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 17 Februari 2026, 10:12 WIB
Pasar keuangan Asia hati-hati pada perdagangan Selasa, (17/2/2026). Hal ini di tengah perdagangan yang sepi karena libur Imlek 2026. (AP Photo/Eugene Hoshiko)

Liputan6.com, Jakarta - Bursa saham Asia hati-hati pada perdagangan saham Selasa, (17/2/2026). Hal ini di tengah perdagangan yang sepi karena libur Imlek 2026. Namun, harga minyak menguat seiring dimulainya negosiasi nuklir Amerika Serikat (AS) dan Iran di Jenewa, Swiss.

Bursa saham China, Hong Kong, Singapura, Taiwan dan Korea Selatan tutup pada Selasa pekan ini karena libur Tahun Baru Imlek. Sedangkan bursa saham Amerika Serikat (AS) libur Hari Presiden.

Mengutip CNBC, indeks Nikkei 225 di Jepang turun 0,5% dan indeks Topix terpangkas 0,2% menjadi 3.779,29. Di Australia, indeks ASX 200  menguat 0,5%.

Imbal hasil obligasi Treasury sepuluh tahun turun 1 basis poin menjadi 4,044% pada Selasa, mencapai level terendah sejak awal Desember. Imbal hasil obligasi lima tahun Jepang turun 2 basis poin menjadi 1,65%, terendah sejak 2 Februari. Pada awal jam perdagangan Asia, futures Nasdaq turun 0,1% dan futures S&P 500 naik 0,2%.

Indeks dolar AS, ukuran mata uang AS terhadap mata uang utama lainnya, terakhir stabil di 97,07, setelah kenaikan kecil 0,2% semalam.

Perekonomian Jepang yang melemah tetap menjadi fokus pada hari Selasa, sehari setelah angka PDB yang jauh lebih lemah dari perkiraan.

Pada Senin, negara tersebut melaporkan pertumbuhan ekonomi tahunan sebesar 0,2% pada kuartal keempat, jauh di bawah perkiraan kenaikan 1,6% karena pengeluaran pemerintah menghambat aktivitas ekonomi. Pada Selasa, yen Jepang menguat 0,15% terhadap dolar AS menjadi 153,28 per dolar.

Angka-angka yang lemah tersebut menyoroti tantangan yang akan dihadapi Perdana Menteri Sanae Takaichi dan seharusnya mendukung upayanya untuk stimulus fiskal yang lebih agresif, kata para ekonom.

 

 

Pertemuan Bank Sentral Jepang

Orang-orang berjalan melewati sebuah indikator saham elektronik sebuah perusahaan sekuritas di Tokyo (29/8). Bursa saham Asia turun setelah Korea Utara (Korut) melepaskan rudalnya ke Samudera Pasifik. (AP Photo/Shizuo Kambayashi)

Bank Sentral Jepang (BOJ) akan mengadakan pertemuan berikutnya mengenai suku bunga pada Maret, dengan para pedagang memperkirakan hanya ada sedikit peluang untuk kenaikan suku bunga. Para ekonom yang disurvei oleh Reuters bulan lalu memperkirakan bank sentral akan menunggu hingga Juli sebelum memperketat kebijakan lagi.

“Pasar kemungkinan berasumsi bahwa data PDB yang lebih lemah pada kuartal keempat akan mendorong rencana PM Takaichi untuk menawarkan dukungan fiskal tambahan dan mengurangi pajak penjualan atas makanan,” tulis analis NAB dalam catatan riset.

"Harga untuk kenaikan suku bunga BOJ sedikit turun setelah data PDB, dengan hanya 4 basis poin yang diperkirakan untuk pertemuan Maret dan 16 basis poin untuk April.”

Bank sentral Australia mengatakan pada Selasa kalau mereka telah menyimpulkan inflasi akan tetap tinggi jika mereka tidak menaikkan suku bunga seperti yang mereka lakukan bulan ini, dan belum yakin apakah pengetatan lebih lanjut akan diperlukan.

Harga minyak lebih tinggi menjelang pembicaraan AS-Iran yang bertujuan untuk meredakan ketegangan di tengah perkiraan peningkatan pasokan OPEC+.

 

Harga Minyak dan Emas

Ilustrasi Harga Minyak Dunia. Foto: AFP

Minyak mentah West Texas Intermediate AS naik 1,29%. Harga minyak mentah Brent berjangka naik 1,33% semalam. Angkatan laut Garda Revolusi Iran mengadakan latihan di Selat Hormuz pada hari Senin, menurut laporan kantor berita semi-resmi Tasnim, sehari sebelum dimulainya kembali negosiasi nuklir Iran-AS. Selat tersebut menyumbang sekitar 20% dari pengiriman minyak global.

"Pasar tetap tidak stabil karena ketidakpastian geopolitik, dengan investor berhati-hati karena negosiasi AS-Iran dan Ukraina yang akan datang minggu ini,” kata analis ANZ.

"Posisi spekulatif telah meningkat dalam beberapa minggu terakhir. Jika ketegangan di Timur Tengah mereda atau kemajuan yang berarti dicapai dalam perang Ukraina, premi risiko yang saat ini tertanam dalam harga minyak dapat dengan cepat berkurang.”

Harga emas turun 0,85% menjadi $4949,5 per ons karena dolar yang lebih tinggi pada hari Senin membuat emas batangan yang dihargai dalam dolar AS menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lain. Harga perak spot turun 2%.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya