Arsenal Terlalu Tangguh: Eksperimen di FA Cup dan Tetap Menang!

Arsenal melaju ke babak kelima FA Cup usai menang 4-0 atas Wigan. Gabriel Martinelli kembali tajam, sementara Arteta melakukan eksperimen taktik.

oleh Richard Andreas LuturmasDiterbitkan 16 Februari 2026, 14:32 WIB
Skuad Arsenal merayakan gol Gabriel Jesus ke gawang Wigan Athletic di babak keempat FA Cup 2025/2026, Minggu (15/2/2026) (AP Photo/Maja Smiejkowska)

Liputan6.com, Jakarta - Arsenal memastikan langkah ke babak kelima FA Cup setelah menang telak 4-0 atas Wigan Athletic. Dominasi The Gunners terlihat sejak awal laga, terutama dalam 30 menit pertama yang nyaris berujung pada skor lebih besar.

Tim tamu yang kini berada di peringkat ke-22 League One tampak kesulitan mengimbangi tempo permainan Arsenal. Tekanan beruntun membuat Wigan berada dalam ancaman kebobolan besar sejak fase awal pertandingan.

Meski akhirnya skor berhenti di angka empat, kemenangan ini cukup untuk mengantar Arsenal mencapai babak kelima FA Cup untuk pertama kalinya sejak mereka menjuarai kompetisi tersebut pada 2020.


Dominasi Awal Arsenal Menentukan Laga

Empat gol Arsenal dicetak oleh Noni Madueke (11'), Gabriel Martinelli (19'), Jack Hunt (GBD) (23'), dan Gabriel Jesus (27'). (AFP/Glyn Kirk)

Arsenal langsung unggul jauh pada paruh pertama pertandingan. Empat gol tercipta melalui Noni Madueke, Gabriel Martinelli, Gabriel Jesus, serta gol bunuh diri Jack Hunt.

Keunggulan tersebut diraih saat laga baru berjalan setengah jam. Pada fase itu, Wigan tampak berada di ambang kekalahan memalukan akibat tekanan tanpa henti dari tim tamu.

Meski tempo permainan menurun setelah jeda, keunggulan awal sudah cukup bagi Arsenal. Dengan masih bertarung di tiga kompetisi lain, hasil ini tetap menjadi modal penting bagi pasukan Mikel Arteta.


Martinelli Tajam di Piala, Eze Bangkit

The Gunners tampil dominan sejak dimulainya babak pertama. Mereka bahkan berhasil unggul 4-0 sebelum turun minum. (AFP/Glyn Kirk)

Gabriel Martinelli kembali menunjukkan reputasinya sebagai spesialis kompetisi piala. Ia kini telah mencetak sepuluh gol di ajang piala domestik dan Liga Champions musim ini, menjadi pemain Arsenal pertama sejak Ian Wright pada musim 1994–95 yang mencapai catatan tersebut.

Perbedaan performa Martinelli di berbagai kompetisi cukup mencolok. Di Premier League, ia baru mencetak satu gol dari 20 penampilan, sementara di luar liga ia mengoleksi sepuluh gol dari 13 laga, termasuk empat gol di FA Cup melawan Portsmouth dan Wigan.

Sementara itu, Eberechi Eze tampil sebagai penggerak utama permainan. Datang ke laga ini tanpa gol atau assist dalam 15 pertandingan terakhir, Eze membuka ruang untuk gol pertama dan kembali memberi assist untuk gol Martinelli, membantu mengembalikan kepercayaan dirinya.


Arteta Bereksperimen dengan Peran Saka

Perubahan mendadak terjadi sebelum kick-off ketika Riccardo Calafiori harus ditarik dari susunan awal. Bukayo Saka, yang semula disiapkan sebagai pemain cadangan, justru diturunkan sejak menit pertama.

Menariknya, Saka tidak bermain di sayap, melainkan ditempatkan sebagai gelandang kanan atau right No8. Peran ini memberinya kebebasan lebih untuk terlibat dalam kombinasi permainan bersama Eze dan Madueke.

Eksperimen tersebut kemungkinan tidak akan digunakan Arteta melawan lawan yang lebih kuat. Namun, pendekatan ini menunjukkan bahwa Arsenal terus mencari variasi taktik untuk membuat lini serang mereka semakin efektif.

 
 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya