Anggota DPR Kaisar Serahkan Bantuan Kapal untuk Nelayan Cilacap

Anggota DPR RI Kaisar Kiasa Kasih Said Putra menyerahkan bantuan kapal dan menyerap aspirasi nelayan Cilacap guna mendorong regenerasi serta penguatan ekonomi p

oleh Tim NewsDiterbitkan 15 Februari 2026, 22:32 WIB
Anggota DPR RI Kaisar Kiasa Kasih Said Putra menyerahkan bantuan kapal ke kelompok nelayan di Cilacap. (Foto: Istimewa).

Liputan6.com, Cilacap - Anggota DPR RI Kaisar Kiasa Kasih Said Putra melakukan kunjungan daerah pemilihan (dapil) ke Kabupaten Cilacap dengan agenda silaturahmi, penyerapan aspirasi masyarakat pesisir, serta penyerahan bantuan kapal kepada kelompok nelayan.

Bantuan kapal tersebut diberikan kepada kelompok nelayan, khususnya nelayan muda, sebagai upaya mendorong regenerasi dan menumbuhkan kebanggaan generasi penerus untuk tetap menekuni profesi di sektor kelautan.

Dalam sambutannya, Kaisar menegaskan bahwa profesi nelayan bukanlah pekerjaan yang terbelakang. Menurut dia, sejarah peradaban dunia justru bertumpu pada kekuatan masyarakat agraris dan maritim.

“Nelayan dan petani adalah fondasi peradaban. Tanpa mereka, tidak ada ketahanan pangan dan tidak ada keberlanjutan kehidupan. Profesi ini bukan pekerjaan kelas dua, melainkan profesi yang memiliki sejarah panjang, kehormatan, dan nilai strategis bagi bangsa,” ujar Kaisar.

Ia menambahkan, sebagai negara maritim, Indonesia membutuhkan generasi muda yang berani menjaga laut sekaligus mampu mengelolanya secara produktif dan berkelanjutan.

Kaisar juga menyoroti posisi strategis Cilacap yang memiliki garis pantai terpanjang di wilayah selatan Pulau Jawa. Menurutnya, potensi geografis tersebut harus dimanfaatkan sebagai kekuatan ekonomi daerah.

“Cilacap memiliki garis pantai yang cukup panjang di selatan Jawa. Ini menjadi kekuatan kita. Pemanfaatannya harus mampu memberikan stimulasi bagi pertumbuhan ekonomi lokal. Karena itu, profesi nelayan perlu mendapat perhatian serius, mulai dari akses permodalan, sarana tangkap, hingga keberlanjutan regenerasi nelayan muda,” tegasnya.

Ia turut memaparkan kontribusi sektor perikanan terhadap perekonomian daerah dan nasional. Berdasarkan data Triwulan 2025, produksi di Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Cilacap mencapai 38.540,64 ton dengan nilai Rp1,06 triliun. Angka tersebut meningkat signifikan dibandingkan nilai produksi tahun 2024 yang tercatat sebesar Rp788,4 miliar.

Menurut Kaisar, capaian tersebut menunjukkan potensi besar sektor bahari jika didukung peningkatan teknologi, akses modal, modernisasi alat tangkap, serta penguatan sistem pendukung lainnya untuk mendorong nilai tambah ekonomi.

 

Apresiasi Komunitas Nelayan

Menanggapi kunjungan tersebut, Sekretaris KUB Jala Laut, Tasiwan, menyampaikan apresiasi atas kehadiran anggota DPR RI di Desa Jetis, Cilacap. Ia menilai kehadiran tersebut menjadi harapan baru bagi nelayan kecil yang selama ini menghadapi berbagai kendala.

“Alhamdulillah Mas Kaisar selaku anggota DPR RI datang langsung mendengar aspirasi kami. Bagi kami, bantuan yang diberikan sangat membantu. Terlebih lagi jika aspirasi nelayan kecil bisa sampai ke pemerintah pusat agar kami mendapat perhatian lebih, baik dari sisi teknologi, ketersediaan bahan bakar subsidi, maupun dukungan lainnya,” ujar Tasiwan.

Ia menambahkan, selain persoalan bahan bakar dan keterbatasan modal, tantangan terbesar yang dihadapi nelayan saat ini adalah kondisi cuaca yang tidak menentu.

“Cuaca buruk membuat banyak nelayan terpaksa mengurungkan niat untuk berlayar. Ini tentu berdampak langsung pada penghasilan kami,” katanya.

Menutup kegiatan tersebut, Kaisar menegaskan komitmennya untuk terus mengawal aspirasi nelayan kecil di Cilacap agar mendapat perhatian lebih serius dalam kebijakan nasional, khususnya terkait akses permodalan, subsidi energi, modernisasi alat tangkap, serta perlindungan terhadap risiko cuaca ekstrem. Menurutnya, keberpihakan kepada nelayan merupakan bagian penting dari upaya menjaga ketahanan pangan dan kedaulatan maritim Indonesia.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya