Hari Kanker Anak Internasional, Perjuangan Si Kecil Tak Berhenti Saat Dinyatakan Sembuh

Hari Kanker Anak Internasional jadi pengingat bahwa anak yang sembuh dari kanker tetap membutuhkan dukungan keluarga dan lingkungan.

oleh Aditya Eka PrawiraDiterbitkan 15 Februari 2026, 14:58 WIB
Hari Kanker Anak Internasional soroti perjuangan survivor kanker anak yang tetap butuh dukungan fisik, mental, dan sosial setelah sembuh.

Liputan6.com, Jakarta - Hari Kanker Anak Internasional (HKAI) 2026 menjadi momen peringatan sekaligus pengingat bahwa perjuangan anak melawan kanker tidak berhenti saat dinyatakan sembuh. Pemulihan fisik, mental, dan sosial survivor kini menjadi perhatian utama.

Yayasan Onkologi Anak Indonesia (YOAI) menegaskan bahwa setelah pengobatan selesai, tantangan baru sering muncul. Banyak anak yang sudah remisi dan kembali ke sekolah justru menghadapi stigma atau perlakuan tidak menyenangkan dari lingkungan sekitar.

"Pengobatan tentu sangat penting. Tapi setelah pengobatan, program pemulihan ini juga tidak kalah penting," ujar Ketua YOAI, Rahmi L. Adi Putra, dalam peringatan HKAI di di Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti), Jakarta pada Minggu, 15 Februari 2026.

Sembuh Bukan Akhir Perjuangan

Dokter Spesialis Anak Konsultan Hematologi Onkologi Anak, dr. Endang Windiastuti, SpA, SubspHO (K), menekankan bahwa target pengobatan memang kesembuhan, tetapi itu saja tidak cukup.

"Tetapi sembuh saja tidak cukup. Kita harapkan mereka menjadi anak penerus bangsa yang berkualitas. Ada aspek psikologis, sosial, dan spiritual yang juga harus diperhatikan," kata Endang.

Endang menambahkan bahwa anak hanya menjalani terapi di rumah sakit sekitar lima hingga 10 hari. Selebihnya, mereka berada di rumah dan lingkungan sosial.

Dukungan keluarga, terutama dalam budaya extended family di Indonesia, memegang peran sangat besar. "Kami pernah melakukan penelitian. Pendekatan multidisiplin yang menggabungkan aspek medis dan dukungan sosial-keluarga memberikan dampak yang lebih signifikan dibanding pendekatan medis saja," ujarnya.

Bagian dari Kampanye Global

Peringatan Hari Kanker Anak Internasional tahun ini mengusung tema global 'Demonstrating Impact: From Challenge to Change'. Tema ini merupakan bagian dari kampanye trilogi yang digagas Childhood Cancer International (CCI).

Sejak 2024, CCI menjalankan tiga fase kampanye:

  1. Unveiling Challenges (memetakan tantangan)
  2. Inspiring Action (mendorong aksi nyata)
  3. Demonstrating Impact (melihat dampak dari aksi tersebut)

Rahmi menjelaskan bahwa pada 2025 YOAI telah membagikan buku panduan 'Kanker pada Anak Bisa Sembuh, Asalkan…' kepada orang tua pasien.

"Di 2026 ini kami melihat dampaknya. Kami mewawancarai orang tua dan pasien penerima buku tersebut, lalu membagikannya melalui media sosial YOAI sebagai bentuk kesinambungan kampanye," katanya.

 

Ride of Joy dan Art Therapy

Hari Kanker Anak Internasional soroti perjuangan survivor kanker anak yang tetap butuh dukungan fisik, mental, dan sosial setelah sembuh.

Berbagai kegiatan digelar dalam rangka Hari Kanker Anak Internasional 2026, mulai dari 5K Charity Run bertema INTERACTIVE 2026 – Chasing Stars, Sparking Hope yang digagas mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, hingga kegiatan yang penuh makna emosional.

YOAI menggandeng komunitas Harley-Davidson Indonesia untuk mengajak para pejuang kanker anak mengikuti 'Ride of Joy' mengelilingi Jalan Asia Afrika.

"Sepuluh tahun lalu kami para survivor pernah riding dengan Harley Davidson dan kebahagiaannya masih terasa sampai sekarang. Kini kami ingin adik-adik survivor merasakan pengalaman yang sama," ujar Ketua Cancer Buster Community, Saprita Tahir.

Anak-anak juga mengikuti sesi Art Therapy bertajuk “A Pause for Joy”, dengan menghias cermin sebagai simbol penerimaan diri dan rasa percaya diri meski kondisi fisik berbeda.

"Kegiatan ini untuk menghibur pasien dan orang tua. Kami berharap muncul semangat dan harapan baru agar mereka tetap kuat menjalani pengobatan," pungkas Rahmi.

Rekomendasi

POPULER

    Berita Terkini Selengkapnya