Hari Kanker Anak Internasional 15 Februari 2026, Ketahui Sejarah dan Tujuan Memperingatinya

Tanggal 15 Februari diperingati sebagai Hari Kanker Anak Internasional, begini sejarah dan tujuan memperingatinya.

oleh Ade Nasihudin Al AnsoriDiterbitkan 15 Februari 2026, 11:42 WIB
Hari Kanker Anak Internasional 15 Februari 2026, Ketahui Sejarah dan Tujuan Memperingatinya. Foto dibuat oleh AI.

Liputan6.com, Jakarta - Hari Kanker Anak Internasional jatuh pada 15 Februari setiap tahunnya. Ini adalah kampanye kolaboratif global untuk meningkatkan kesadaran tentang kanker anak. Serta untuk menyatakan dukungan bagi anak-anak dan remaja yang mengidap kanker, para penyintas, dan keluarga mereka.

“Setiap tahun, lebih dari 400.000 anak dan remaja di bawah usia 20 tahun didiagnosis mengidap kanker,” seperti dilansir internationalchildhoodcancerday.org, Minggu, 15 Januari 2026.

Tingkat kelangsungan hidup bergantung pada wilayah tempat tinggal pasien. Dengan tingkat kelangsungan hidup 80 persen di sebagian besar negara berpenghasilan tinggi, tetapi hanya sekitar 20 persen di negara berpenghasilan rendah dan menengah.

Tujuan Target Inisiatif Kanker Anak Global Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) adalah untuk menghilangkan semua rasa sakit dan penderitaan anak-anak yang berjuang melawan kanker. Dan mencapai setidaknya 60 persen kelangsungan hidup untuk semua anak yang didiagnosa mengidap kanker di seluruh dunia pada tahun 2030.

Ini mewakili peningkatan sekitar dua kali lipat dari tingkat kesembuhan saat ini dan akan menyelamatkan satu juta nyawa anak tambahan selama dekade berikutnya.

International Childhood Cancer Day (ICCD) mempromosikan peningkatan apresiasi dan pemahaman yang lebih dalam tentang isu-isu dan tantangan yang relevan dengan kanker anak. Serta berdampak pada anak-anak/remaja pengidap kanker, para penyintas, keluarga mereka, dan masyarakat secara keseluruhan.

Hari ini juga menyoroti kebutuhan akan akses yang lebih adil dan lebih baik terhadap pengobatan dan perawatan bagi semua anak pengidap kanker, di mana pun.

Sejarah Hari Kanker Anak Internasional

Acara tahunan ini diciptakan pada 2002 oleh Childhood Cancer International, sebuah jaringan global yang terdiri dari 183 organisasi orang tua, asosiasi penyintas kanker anak, kelompok pendukung kanker anak, dan perkumpulan kanker, di lebih dari 94 negara, di lima benua.

Hari Kanker Anak Internasional didasarkan pada keyakinan inti Childhood Cancer International (CCI) bahwa setiap anak dan remaja dengan kanker berhak mendapatkan perawatan medis dan psikososial terbaik, terlepas dari negara asal, ras, status keuangan, atau kelas sosial.

Hal ini juga berlandaskan pada premis bahwa kematian akibat kanker anak dapat dihindari, dengan diagnosis yang tepat waktu dan akurat, ketersediaan dan akses terhadap obat-obatan esensial berkualitas serta perawatan dan pengobatan yang tepat.

Hak Anak yang Idap Kanker

Pada Hari Kanker Anak Internasional, seluruh anggota Childhood Cancer International bersatu untuk menjadikan kanker anak sebagai prioritas kesehatan anak nasional dan global. Tujunnya, memastikan tersedianya sumber daya yang memadai untuk memenuhi hak-hak dasar anak-anak pengidap kanker.

Childhood Cancer International menerangkan bahwa hak-hak dasar bagi semua anak yang didiagnosa mengidap kanker meliputi:

  • Hak untuk diagnosis dini dan tepat
  • Hak untuk mengakses obat-obatan penting yang menyelamatkan jiwa
  • Hak untuk mendapatkan perawatan medis yang tepat dan berkualitas
  • Hak untuk mendapatkan perawatan lanjutan, layanan, dan peluang mata pencaharian berkelanjutan bagi para penyintas.

Lebih lanjut, jika kesembuhan tidak dapat dicapai, CCI mendukung hak anak untuk mengalami kematian tanpa rasa sakit. Meskipun tidak terbayangkan di negara-negara maju, kenyataan yang mengejutkan bagi sebagian besar negara berpenghasilan rendah hingga menengah adalah bahwa anak-anak yang mengidap kanker akan meninggal dengan sangat menyakitkan tanpa perawatan pendukung atau manajemen nyeri.

Rekomendasi

POPULER

    Berita Terkini Selengkapnya