Barcelona Layangkan Protes Resmi ke RFEF Usai Kontroversi VAR di Copa del Rey

Barcelona resmi mengajukan surat protes kepada RFEF menyusul keputusan kontroversial wasit dalam laga kontra Atletico Madrid di Copa del Rey, Jumat (13/2/2026)

oleh Ari Rachman PrayogaDiterbitkan 14 Februari 2026, 22:39 WIB
Bek Barcelona, Pau Cubarsi, mencetak gol yang kemudian dianulir ketika menghadapi Atletico Madrid dalam leg pertama semifinal Copa del Rey 2025/2026 di Metropolitano Stadium, Madrid, Jumat (13/2/2026) dini hari WIB. (Oscar DEL POZO / AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Barcelona resmi mengajukan surat protes kepada Royal Spanish Football Federation (RFEF) menyusul keputusan kontroversial wasit dalam laga kontra Atletico Madrid di ajang Copa del Rey, Jumat (13/2/2026) dini hari WIB.

Kekalahan tersebut diwarnai polemik setelah gol Pau Cubarsí di awal babak kedua dianulir usai proses peninjauan VAR yang memakan waktu hingga delapan menit.

Keputusan itu memicu kemarahan kubu Blaugrana, yang menilai proses dan hasil evaluasi tidak transparan serta merugikan tim.


Hansi Flick: Situasinya Kacau

Kartu merah itu menyebabkan Hansi Flick dipastikan tidak akan mendampingi Barcelona saat menghadapi Real Madrid dalam duel panas El Clasico pada lanjutan La Liga 2025/2026 akhir pekan depan. (AP Photo/Joan Monfort)

Pelatih Barcelona, Hansi Flick, tak menyembunyikan kekecewaannya dalam konferensi pers usai laga. Ia menyebut situasi tersebut sebagai “kacau” dan mempertanyakan konsistensi pengambilan keputusan.

Nada serupa juga disampaikan gelandang andalan Barcelona, Frenkie de Jong, yang menyebut keputusan tersebut sebagai “skandal”. Menurutnya, momen krusial itu sangat memengaruhi jalannya pertandingan.


Surat Resmi Dilayangkan

Sebaliknya, Barcelona kini berada dalam situasi sulit dan memerlukan usaha luar biasa untuk membalikkan defisit empat gol tersebut. (AP Photo/Manu Fernandez)

Melalui pernyataan resmi yang dirilis Sabtu (14/2), Barcelona mengonfirmasi telah mengirimkan surat formal kepada Presiden RFEF, Presiden Komite Teknis Wasit (CTA), Kepala VAR, serta Direktur Urusan Hukum federasi.

Dalam surat tersebut, Barcelona menyampaikan “keprihatinan mendalam atas keputusan-keputusan wasit yang berulang kali dinilai merugikan permainan dan tidak memiliki kriteria yang konsisten.”

Klub asal Catalunya itu menyoroti sejumlah aspek penting, mulai dari ketidakkonsistenan dalam penerapan kriteria disipliner, perbedaan penafsiran dalam keputusan handball, akumulasi kesalahan signifikan dalam beberapa pertandingan, hingga standar penggunaan monitor pinggir lapangan untuk on-field review.

Barcelona juga menegaskan agar keluhan mereka ditindaklanjuti secara serius. Mereka meminta adanya langkah konkret guna mencegah terulangnya situasi serupa di masa mendatang.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya