Bangladesh Umumkan Hasil Resmi Pemilu, BNP Menang Telak

BNP adalah salah satu partai politik utama di Bangladesh yang didirikan pada 1978 oleh mantan Presiden Ziaur Rahman

oleh Khairisa FeridaDiterbitkan 14 Februari 2026, 16:52 WIB
Ketua Partai Nasionalis Bangladesh (BNP) Tarique Rahman di Dhaka pada Kamis (12/2/2026). (Dok. AP/Mahmud Hossain)

Liputan6.com, Dhaka - Partai Nasionalis Bangladesh (Bangladesh Nationalist Party/BNP) meraih kemenangan besar dalam pemilu parlemen yang krusial. Kemenangan ini membuka jalan bagi pemimpin partai tersebut, Tarique Rahman, untuk menjabat sebagai perdana menteri.

Mengutip laporan Al Jazeera, Komisi Pemilihan Umum pada Sabtu (14/2/2026) menerbitkan lembaran resmi (gazette) berisi daftar anggota parlemen terpilih, yang menjadi pengesahan akhir atas hasil pemilu. Pemilu ini dipandang sebagai tonggak penting yang menandai kembalinya demokrasi di Bangladesh setelah bertahun-tahun dilanda gejolak politik.

Hasil awal yang dipublikasikan pada Jumat (13/2) menunjukkan bahwa BNP bersama sekutunya memperoleh sedikitnya 212 dari total 299 kursi parlemen. Sementara itu, partai oposisi Jamaat-e-Islami beserta aliansinya memenangkan 77 kursi.

Partai Nasional Warga (National Citizen Party), yang dipimpin oleh para aktivis muda dan berperan penting dalam menggulingkan Sheikh Hasina serta tergabung dalam aliansi yang dipimpin Jamaat, hanya berhasil meraih enam dari 30 kursi yang diperebutkannya. Perolehan ini mencerminkan tantangan dalam mengubah momentum aksi protes menjadi dukungan elektoral yang signifikan.

Pemimpin sementara Bangladesh, Muhammad Yunus, menyampaikan ucapan selamat kepada Rahman atas kemenangan telak partainya. Dalam pernyataannya, Yunus menyebutnya sebagai "kemenangan besar" dan menyatakan bahwa Rahman akan membantu mengarahkan negara menuju stabilitas, inklusivitas, dan pembangunan.

Yunus, yang kini berusia 85 tahun dan merupakan penerima Nobel Perdamaian, telah memimpin Bangladesh sebagai "penasihat utama" sejak gelombang protes pada Agustus 2024. Ia kini bersiap untuk mengundurkan diri dan menyerahkan kekuasaan kepada pemerintahan terpilih. 

Partai Jamaat juga mengeluarkan pernyataan resmi yang menyatakan menerima hasil keseluruhan pemilu yang dimenangkan oleh BNP, meskipun sebelumnya sempat mengemukakan adanya persoalan dalam proses penghitungan suara.

"Kami mengakui hasil keseluruhan dan kami menghormati supremasi hukum,” ujar Ketua Jamaat Shafiqur Rahman.

Dukungan internasional datang dari Amerika Serikat (AS). Pada Jumat malam, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menyampaikan ucapan selamat kepada BNP, Tarique Rahman, serta rakyat Bangladesh melalui platform media sosial X.

"AS menantikan kerja sama dengan pemerintahan terpilih yang baru untuk memajukan kemakmuran dan keamanan kawasan," tulis Rubio.

Meski menang dengan selisih suara yang besar, BNP meminta para pendukungnya untuk tidak menggelar perayaan besar-besaran. Partai tersebut mengimbau masyarakat agar tidak mengadakan arak-arakan atau unjuk rasa kemenangan, melainkan menggelar doa khusus sebagai bentuk syukur.

"Meski menang dengan selisih suara yang besar, tidak akan ada prosesi perayaan atau aksi massa yang diselenggarakan," bunyi pernyataan resmi partai tersebut.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya