Liputan6.com, Jakarta - Universitas Teknologi Bandung (UTB) menghadiri kegiatan Ikrar Setia NKRI Narapidana Tindak Pidana Terorisme yang dilaksanakan pada Kamis 12 Februari 2026, di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banceuy Bandung.
Kegiatan ini dirangkaikan dengan seremonial penandatanganan Perjanjian Kerja Sama tentang Pendidikan, Pelatihan, dan Pengembangan Sumber Daya Manusia sebagai bentuk komitmen bersama dalam membangun kualitas SDM yang lebih baik.
Advertisement
Rangkaian kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, dilanjutkan dengan pengucapan ikrar janji setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Prosesi berlangsung khidmat dan penuh makna, ditandai dengan simbol penghormatan dan bakti kepada NKRI melalui penciuman bendera Merah Putih. Momentum ini menjadi bagian penting dalam proses pembinaan warga binaan, sekaligus penegasan komitmen untuk Kembali berkontribusi secara positif bagi bangsa dan negara.
Kegiatan turut dimeriahkan dengan penampilan warga binaan melalui pembacaan puisi dan lagu, serta diakhiri dengan penandatanganan berita acara pengucapan ikrar janji setia.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Lapas Kelas IIA Banceuy Eris Ramdani menyampaikan sambutan yang menegaskan pentingnya pembinaan berkelanjutan dankolaborasi lintas sektor. Ia mengungkapkan apresiasi dan rasa bangganya atas kepedulian Universitas Teknologi Bandung yang tidak hanya hadir sebagai mitra, tetapi juga sebagai kampus yang memberikan perhatian nyata terhadap masa depan warga binaan.
Kepala Lapas menyampaikan bahwa UTB menjadi kampus pertama yang menghadirkan program beasiswa bagi warga binaan, sebuah langkah progresif yang membuka harapan baru serta memperluas akses pendidikan bagi mereka yang tengah menjalani proses pembinaan.
Sambutan juga disampaikan oleh Kepala Bidang Pelayanan dan Pembinaan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Barat, Ishadi Maja Prasetiyo, yang mengapresiasi sinergi strategis antara institusi pemasyarakatan dan perguruan tinggi.
Ia menilai kolaborasi ini menjadi langkah konkret dalam mendukung proses reintegrasi sosial warga binaan melalui peningkatan kapasitas, keterampilan, dan akses pendidikan yang lebih luas.
Menurutnya, keterlibatan perguruan tinggi seperti UTB menjadi energi positif dalam mendorong transformasi pembinaan yang lebih adaptif dan berorientasi pada masa depan.
Komitmen
Rektor Universitas Teknologi Bandung, Muchammad Naseer, turut menyampaikan komitmen UTB dalam mendukung peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui akses pendidikan dan pelatihan yang relevan.
Beliau menegaskan bahwa UTB siap memberikan dukungan konkret melalui pelatihan pengembangan softskill bagi warga binaan, pengembangan sistem informasi untuk mendukung tata kelola Lembaga pemasyarakatan, serta pemberian beasiswa pendidikan sebagai bagian dari kontribusi nyata perguruan tinggi dalam menciptakan perubahan sosial yang berkelanjutan.
Rektor juga menyampaikan bahwa inisiatif beasiswa ini merupakan bentuk komitmen UTB sebagai kampus yang inklusif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Usai kegiatan seremonial, jajaran pimpinan UTB meninjau langsung berbagai unit pembinaan di lingkungan lapas, mulai dari bakery, tailoring, pengolahan sampah, hingga hidroponik. Kunjungan tersebut membuka ruang diskusi mengenai potensi kolaborasi lanjutan, termasuk penguatan pelatihan berbasis keterampilan, pengembangan kewirausahaan, serta implementasi program yang berdampak nyata bagi peningkatan kompetensi warga binaan.
Ke depan, sinergi ini direncanakan semakin diperkuat dengan pelaksanaan Upacara Peringatan Hari Bhakti Pemasyarakatan yang akan digelar di Universitas Teknologi Bandung pada 27 April 2026 mendatang.