Liputan6.com, Jakarta - Pekan ke-25 Liga Italia 2025/2026 akan menyajikan salah satu pertandingan paling dinanti, 'Derby d’Italia'. Pertandingan Inter vs Juventus berlangsung di Stadion San Siro pada Minggu (15/2/2026) pukul 02.45 WIB.
Laga ini bukan sekadar perebutan tiga poin, melainkan duel gengsi yang sarat sejarah dan ambisi kedua tim untuk menguasai puncak klasemen Serie A.
Advertisement
Inter Milan, yang saat ini memimpin tabel, akan berusaha mempertahankan posisinya dari kejaran Juventus. Sementara itu, Juventus datang dengan misi memangkas defisit 12 poin dari rival abadinya tersebut. Pertemuan terakhir kedua tim selalu menyajikan drama dan banyak gol, dengan 16 gol tercipta dalam tiga pertandingan terakhir mereka.
Kedua tim tercatat memiliki lini serang paling produktif di Serie A dan juga mencatatkan tembakan tepat sasaran terbanyak. Hal ini menjanjikan pertandingan yang terbuka dan penuh aksi di depan gawang. Para penggemar sepak bola tentu menantikan duel strategi antara pelatih kedua tim dalam memanfaatkan keunggulan lini serang mereka.
Dominasi Inter Milan dan Tantangan Konsistensi
Inter Milan memasuki Derby d'Italia dengan kepercayaan diri tinggi setelah tidak terkalahkan dalam 12 pertandingan terakhir di Serie A. Mereka berhasil menjauh dari kejaran tim-tim lain di awal tahun 2026 dan baru saja melibas Sassuolo dengan skor telak 5-0. Kemenangan tersebut membuat Nerazzurri unggul delapan poin dari rival sekota AC Milan.
Performa impresif Inter juga terlihat dari lima kemenangan beruntun di semua kompetisi, termasuk kemenangan 2-0 atas Borussia Dortmund yang mengamankan tiket ke babak playoff Liga Champions. Skuad asuhan Cristian Chivu, yang merupakan pemenang treble pada tahun 2010, masih berpeluang meraih tiga trofi musim ini, termasuk di Coppa Italia di mana mereka akan menghadapi Como di semifinal.
Meskipun demikian, Inter memiliki catatan yang kurang meyakinkan dalam pertandingan-pertandingan besar. Mereka hanya mampu meraih satu poin dari pertemuan langsung dengan empat tim teratas Italia musim ini. Contoh paling jelas adalah kekalahan dramatis 4-3 dari Juventus di awal musim, di mana Inter sempat unggul namun kehilangan poin di menit-menit akhir. Inter juga hanya memenangkan satu dari tujuh pertemuan liga terakhir mereka dengan Juventus.