Liputan6.com, Jakarta - Proliga 2026 bergulir di Bojonegoro pada 12-15 Februari 2026. Seri Bojonegoro ini sangat krusial bagi Bandung bjb Tandamata untuk mengamankan satu tiket ke final four Proliga 2026.
Yim kebanggaan masyarakat Jawa Barat itu wajib tampil frontal dalam aroma 'perang mental’. Untungnya mereka memiliki 'angin segar' dengan hadirnya Giulia Angelina di setiap pertandingan yang kini menjadi krusial.
Advertisement
Satu tiket ke final four telah dimiliki Jakarta Pertamina Enduro (JPE), usai meraih 21 poin di pucuk klasemen pasca Seri Malang. Sementara tiga tiket sisanya masih diperebutkan Bandung bjb Tandamata bersama empat tim lainnya. Cindy Tiara Berliyan dan kolega kini ada di urutan keenam dengan sembilan poin.
Sementara Gresik Phonska Plus Pupuk Indonesia (GPP) yang butuh satu kemenangan lagi, ada di posisi kedua dengan 20 poin. Selanjutnya, ada Jakarta Electric PLN Mobile (JEP), ketiga dengan 18 poin, disusul Jakarta Livin' Mandiri (JLM), keempat dengan 13 poin dan Jakarta Popsivo Polwan (JPP), kelima dengan 12 poin.
Namun bersama JEP dan JPP, Tiara dan kawan-kawan, unggul 'tabungan satu laga' dari GPP dan JLM yang sudah sembilan kali berlaga. Artinya, posisi klasemen, masih bisa berubah di Bojonegoro. Bagi Bandung bjb Tandamata, setiap pertandingan kini menjadi krusial demi bisa kantongi tiket ke final four yang digelar April mendatang.
Untuk lolos, tim asuhan Risco Herlambang Matulessy itu wajib 'sapu kemenangan' di empat laga tersisa, termasuk melawan Medan Falcons (MFN) di GOR Utama Bojonegoro. Pada Sabtu (14/02/26), 16.00 WIB. MFN sendiri sudah dipastikan tersingkir dari perburuan tiket final four Proliga 2026.
Waspadai Falcons
Pasalnya, MFN yang terendam di dasar klasemen dengan satu poin, tak mungkin lagi bisa merangsek ke urutan empat teratas klasemen dengan tabungan tiga laga sisa. Satu-satunya ambisi mereka ialah menyudahi Proliga 2026 dengan kemenangan yang belum sekalipun diraih tim asuhan Marcos Sugiyama Esteves itu sampai saat ini.
Hal itu wajib diwaspadai tim asuhan asuhan Risco jika tak ingin tersandung. Sedikit saja lengah, bukan tidak mungkin bisa dimaksimalkan MFN untuk menjegal langkah Cindy dan kolega ke final four.