Menko Polkam Sebut Situasi Boven Digoel Berangsur Pulih Pascapenembakan Pesawat Oleh KKB

Menko Polkam Djamari Chaniago menyatakan situasi di Boven Digoel berangsur kondusif setelah insiden penembakan oleh KKB.

oleh Putu Merta Surya PutraDiterbitkan 13 Februari 2026, 00:05 WIB
Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Jenderal TNI (Purn) Djamari Chaniago. (Foto: Puspen Kemenko Polkam).

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Jenderal TNI (Purn) Djamari Chaniago mengatakan, kondisi pasca penembakan kelompok kriminal bersenjata (KKB) terhadap pesawat penerbangan di Boven Digoel, Papua Selatan, perlahan sudah pilih.

"Saya pada kesempatan ini mengucapkan terima kasih terhadap apa yang sudah dicapai sampai saat ini oleh kepolisian yang membawa bangsa ini ke arah yang lebih baik. Dan secara khusus saya menyampaikan terima kasih pada Kapolda Papua yang telah menyelesaikan masalah  penembakan 2 pilot oleh Kelompok Bersenjata di Papua," kata dia dalam keterangannya, Kamis (12/2/2026).

Djamari mengaku, sejak pertama kali menerima laporan terjadinya insiden tersebut, dirinya terus memonitor perkembangan situasi di lapangan. Selain itu, disiapkan juga langkah-langkah koordinatif diambil guna memastikan proses evakuasi berjalan aman, tertib, dan lancar. 

"Koordinasi dilakukan guna mengantisipasi potensi gangguan lanjutan yang dapat membahayakan masyarakat," ungkapnya.

Djamari mengaku prihatin mendalam serta berbela sungkawa dan simpati kepada keluarga korban. Dia berharap TNI dan Polri dapat segera memulihkan situasi keamanan di wilayah tersebut agar aktivitas masyarakat kembali berjalan normal. 

“Pentingnya kerja sama antara TNI, Polri, pemerintah daerah, dan lembaga-lembaga terkait dalam memperkuat pengamanan. Termasuk keamanan sarana dan prasarana, seperti bandara-bandara perintis yang memiliki peran strategis dalam konektivitas dan distribusi logistik di daerah terpencil,” jelas dia.

Djamari menegaskan, negara bertanggung jawab dan akan selalu hadir untuk melindungi keselamatan serta keamanan seluruh Warga Negara Indonesia di mana pun berada. 

“Pemerintah berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi lintas sektor demi memastikan setiap insiden dapat ditangani secara cepat, terukur, dan efektif,” janji dia.

 

Sinergi TNI dan Polri

Di sisi lain,  Djamari juga menitikberatkan pada terwujudnya sinergitas semua unsur dalam menjamin kondusivitas keamanan dan stabilitas politik di Indonesia.

Dia meyakini, TNI maupun Polri tidak akan bisa melaksanakan tugas-tugasnya dengan lancar jika tidak bersinergi.

"Tidak akan ada perjalanan kepolisian yang rapih sampai sasaran kalau tidak bersama dengan komponen lain, tentara juga sama. Oleh karenanya rasa persatuan di antara kita harus tetap dijaga," jelas dia.

Sinergitas, ujar Djamari, juga tidak hanya terfokus antara TNI dan Polri. Kerja sama pun harus dijalin erat dengan unsur lain, mulai dari sesama lembaga di pemerintahan sampai berbagai kalangan di masyarakat.

"Juga tidak hanya berdua antara TNI dan Polri, ada juga komponen lain, bahkan ada masyarakat kita tempat kita mengabdi. Oleh karena itu jaga betul kepercayaan yang ada di lingkungan rakyat terhadap kita," dia menandasi.

Prabowo Diminta Jamin Keamanan Pilot

Sebelumnya, Ikatan Pilot Indonesia mengecam keras insiden penembakan oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB) terhadap Pilot Kapten Enggon dan Kopilot Kapten Baskoro dari pesawat Smart Air saat mendarat di Lapangan Terbang Korowai, Papua Selatan, Rabu (11/2/2026). Insiden tersebut terjadi ketika pesawat terbang dari Tanah Merah menuju Korowai, Kabupaten Boven Digoel.

"Ikatan Pilot Indonesia mengecam dan mengutuk keras tragedi memilukan ini (penembakan pilot Smart Air) yang telah menyita perhatian,bukan hanya pada level nasional, tetapi juga dunia internasional," ungkap Ketua IPI Cpt Muammar Reza dalam konferensi pers di Tangerang, Kamis (12/2/2026).

Menurutnya, tindakan yang dilakukan oleh KKB ini merupakan pelanggaran berat terhadap Undang-Undang Penerbangan Nomor 1 Tahun 2009, khususnya BAB XIV Keamanan Penerbangan dan melanggar aturan internasional ICAO Annex 17, tentang security dan pelanggaran berat terhadap Chicago Convention 1944 yang mengatur tentang keamanan penerbangan.

"Penerbangan adalah moda transportasi strategis nasional yang vital bagi Indonesia, yang menghubungkan geografis Indonesia sebagai negara kesatuan, berperan dalam memenuhi mobilitas masyarakat, maupun memenuhi kebutuhan pangan, medis dan roda ekonomi sampai ke penjuru negeri," tuturnya.

Dengan adanya tragedi ini, Ikatan Pilot Indonesia mendesak agar perhatian khusus Presiden Prabowo Subianto untuk bertindak segera dan turun tangan dalam memulihkan, menjamin dan memastikan keamanan penerbangan di daerah dengan risiko keamanan tinggi. Sebab, setiap pilot juga berhak dilindungi negara dalam menjalankan tugasnya.

"Termasuk infrastruktur penerbangan di dalamnya, yaitu bandara yang merupakan objek vital nasional yang harus dilindungi dari segala gangguan keamanan, berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 63 Tahun 2004," tegas Muammar.

Lalu, kepada Komite Nasional Keamanan Penerbangan (KNKP), diharapkan untuk segera mengambil langkah konkrit dalam pencegahan berupa penghentian operasional bandara beresiko keamanan tinggi, sampai terjaminnya kembali keamanan penerbangan di tanah air.

"Kami mengimbau kepada seluruh pilot Indonesia, khususnya yang bertugas didaerah yang memiliki resiko keamanan tinggi, untuk meningkatkan kewaspadaandan saling menjaga dalam situasi seperti ini,"tuturnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya