Pemecatan Thomas Frank Picu Reaksi Mikel Arteta: Sangat Menyedihkan

Mikel Arteta tanggapi pemecatan Thomas Frank oleh Tottenham, sebut kabar itu menyedihkan dan kirim dukungan untuk sang pelatih.

oleh Richard Andreas LuturmasDiterbitkan 12 Februari 2026, 08:37 WIB
Pelatih Brentford, Thomas Frank saat ini tengah menjalani musim ke-6 menangani The Bees di Premier League musim 2023/2024. Ia mulai membesut Brentford saat masih berkiprah di Championship pada awal musim 2018/2019. Brentford dibawanya promosi ke Premier League sejak musim 2020/2021 setelah melewati jalur play-off. (AFP/Darren Staples)

Liputan6.com, Jakarta - Tottenham resmi memecat Thomas Frank setelah rangkaian hasil buruk menyeret klub mendekati zona degradasi Premier League. Spurs kini hanya berjarak lima poin dari zona merah dan belum meraih satu pun kemenangan domestik sepanjang 2026.

Keputusan itu datang di tengah tekanan besar, meski Tottenham sempat finis keempat pada fase liga Liga Champions. Delapan laga liga tanpa kemenangan membuat posisi Frank tak lagi aman.

Di sisi lain London utara, manajer Arsenal Mikel Arteta menyampaikan reaksinya terhadap kabar tersebut. Ia mengaku prihatin atas situasi yang menimpa koleganya itu.


Arteta: Sangat Menyedihkan

Pelatih kepala Tottenham Hotspur asal Denmark, Thomas Frank (2 kanan), dan bek Tottenham Hotspur asal Belanda, #37, Micky van de Ven (kanan), bertepuk tangan kepada para penggemar di lapangan setelah pertandingan fase liga Liga Champions UEFA antara Tottenham Hotspur dan FC Copenhagen di Stadion Tottenham Hotspur, London, Rabu (5-11-2025) dini hari WIB. Tottenham menang dengan skor 4-0. (Ben STANSALL/AFP)

Dalam konferensi pers terbaru, Arteta dimintai tanggapan mengenai keputusan rival sekota mereka untuk berpisah dengan Frank. Ia menyebut kabar tersebut sebagai sesuatu yang menyedihkan.

"Yah, selalu menjadi kabar yang sangat menyedihkan ketika Anda memiliki seorang kolega yang tidak melanjutkan pekerjaannya karena Thomas adalah pelatih yang luar biasa, dia juga sosok yang luar biasa dan dia sudah membuktikannya di liga," ujar Arteta.

"Kami tahu di mana posisi kami. Kami tahu bahwa tanggung jawab kami lebih dari sekadar performa. Terkadang hasil menentukan apa yang terjadi pada kami. Kami mendoakan yang terbaik untuk apa pun yang akan dia putuskan selanjutnya."


Tekanan dan Dinamika di Tottenham

Aksi Thomas Frank saat melatih Tottenham pada laga pekan ke-2 Premier League 2025/2026 lawan Manchester City di Stadion Etihad - AP Photo/Dave Thompson

Arteta juga menyinggung perubahan era dalam kepelatihan Premier League. Ia membandingkan situasi saat ini dengan masa panjang Arsene dan Sir Alex yang dulu bertahan lama di klub masing-masing.

"Saya pikir setiap era berbeda di setiap klub dan kami memiliki di Premier League dua manajer paling ikonik dengan Arsene dan Sir Alex juga selama bertahun-tahun. Itu telah banyak berubah dari kedua klub tersebut. Saya tidak tahu," lanjut Arteta.

Di luar pernyataan Arteta, laporan Daily Telegraph menyebut Frank sempat membuat ruang ganti Tottenham tidak nyaman karena kerap memuji Arsenal. Seorang sumber menyebut para pemain merasa jenuh mendengar pujian tersebut, bahkan sebelum dan sesudah laga di Emirates.

Frank juga menuai kritik dari suporter setelah menyebut tim Invincibles Arsenal dalam konferensi pers perdananya dan terlihat menggunakan cangkir bermerek Arsenal sebelum kekalahan dari Bournemouth pada Januari.

 
 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya