Liputan6.com, Jakarta - Tottenham Hotspur benar-benar berada di persimpangan jalan. Klub London utara itu menyusun rencana untuk Mauricio Pochettino, dengan opsi merekrut mantan pelatih populer tersebut sebagai manajer sementara hingga musim panas.
Spurs baru saja memecat manajer Thomas Frank setelah terpuruk di posisi ke-16, hanya lima poin di atas West Ham di zona merah.
Advertisement
Nama Pochettino bahkan sempat dinyanyikan fans saat kekalahan dari Newcastle. Namun situasinya tak sederhana. Ia kini menangani tim nasional Amerika Serikat dan kemungkinan baru bisa dilepas setelah Piala Dunia 2026.
Meski begitu, sumber terbaru menyebut Pochettino bakal kembali ke klub jika diminta. Pertanyaannya, apakah Spurs mampu menunggu?
Bakal Jadi Opsi Interim?
Jika Pochettino belum bisa datang dalam waktu dekat, Spurs disinyalir akan menunjuk pelatih interim. Skema ini mirip dengan langkah Manchester United saat menunjuk Michael Carrick sebagai caretaker.
Nama Robbie Keane muncul sebagai kandidat, meski ia masih terikat kontrak dengan Ferencvaros. Ia disebut sebagai kandidat Carrick.
Satu opsi internal adalah John Heitinga, yang baru bergabung ke staf Frank bulan lalu. Selain itu, Roberto De Zerbi juga dikaitkan, walau baru meninggalkan Marseille.
Sebelumnya, Oliver Glasner, Andoni Iraola, hingga Marco Silva sempat masuk radar manajemen. Bursa pelatih benar-benar memanas.
Frank Pergi, Spurs dalam Tekanan
Tottenham merilis pernyataan tegas soal kepergian Frank.
“Klub telah mengambil keputusan untuk melakukan perubahan pada posisi Pelatih Kepala Tim Putra dan Thomas Frank akan pergi hari ini,” ucap staff klub, dilansir Goal.com.
Mereka menambahkan bahwa hasil dan performa membuat Dewan menyimpulkan perubahan diperlukan. Spurs belum menang di liga sepanjang 2026, terakhir kali meraih tiga poin pada 28 Desember saat menundukkan Crystal Palace 1-0. Dengan 12 laga tersisa, tekanan jelas menggunung.
Laga berikutnya melawan Arsenal bahkan bisa menjadi debut bagi manajer interim baru di tengah suasana panas derby London.
Derby Penentuan dan Tantangan Bertahan
Situasi makin pelik setelah Wilson Odobert dipastikan absen hingga akhir musim akibat cedera ACL. Spurs harus menghadapi Arsenal yang sedang memuncaki klasemen.
Kemenangan bukan hanya soal gengsi, tetapi juga soal bertahan di Liga Inggris. Ironisnya, Frank disebut sempat terobsesi dengan rival sekota itu sebelum pemecatannya.
Kini Spurs harus fokus pada realitas: bertahan dari ancaman degradasi. Dengan jarak tipis dari zona merah dan jadwal berat di depan mata, setiap poin terasa seperti emas. Musim ini berubah menjadi ujian mental sekaligus identitas bagi The Lilywhites.