Liputan6.com, Jakarta - Program Cek Kesehatan Gratis atau CKG sudah berjalan satu tahun setelah dimulai perdana pada 10 Februari 2025.
Dalam setahun ini, sudah ada 70.721.077 orang yang diperiksa. Angka itu terdiri dari CKG tahunan sebanyak 46 juta orang di 10.255 puskesmas dan 24 juta anak di 202.284 sekolah.
Advertisement
“Nanti di tahun 2026 ini kita akan ulang kembali. Jadi mereka yang sudah CKG di sekolah itu akan terus kita lakukan pemeriksaan kembali di tahun 2026 ini. Begitu juga untuk non sekolah, artinya CKG tahunan itu juga akan dimulai kembali,” kata Direktur Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi dalam Sarasehan Kesehatan Nasional bersama Asosiasi Dinas Kesehatan (ADINKES) di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (11/2/2026).
Siti pun memaparkan capaian CKG berdasarkan kelompok umur selama 2025, yakni:
- Bayi baru lahir: 2,3 juta dari 4,4 juta (52 persen)
- Balita dan usia prasekolah (1-6 tahun): 3,3 juta dari 27 juta (10 persen)
- Usia sekolah dan remaja (7-17 tahun): 25 juta dari 48 juta (52 persen)
- Dewasa (18-59 tahun) 35,2 juta dari 170 juta (18 persen)
- Lanjut usia (lebih dari 60 tahun) 6,8 juta dari 34 juta (18 persen).
Temuan Penyakit Terbanyak pada Bayi Baru Lahir
Sementara, temuan masalah kesehatan terbanyak pada bayi baru lahir jika dilihat dari data CKG setahun belakangan adalah:
- Kekurangan enzim pelindung sel darah merah (G6PD): 97,4 persen (646.185) dengan jumlah yang diperiksa adalah 646.925.
- Penyakit jantung bawaan kritis: 99,9 persen (1.709.898) dengan jumlah yang diperiksa adalah 1.710.560.
- Kekurangan hormon tiroid: 99,95 persen (2.313.464) dengan jumlah yang diperiksa adalah 2.313.677.
- Kekurangan hormon adrenal: 99,99 persen (910.854) dengan jumlah yang diperiksa adalah 910.864.
- Berat badan lahir rendah: 99,9 persen (367.355) dengan jumlah yang diperiksa adalah 390.702.
Temuan Penyakit Terbanyak pada Balita dan Prasekolah
Pada balita dan usia prasekolah, keluhan terbanyak yang terdeteksi CKG adalah:
- Gigi karies: 68,6 persen (1.311.398) dengan jumlah yang diperiksa adalah 1.912.140.
- Berat badan kurang: 94,8 persen (1.493.039) dengan jumlah yang diperiksa adalah 1.574.713.
- Risiko tuberculosis: 95,2 persen (1.306.478) dengan jumlah yang diperiksa adalah 1.372.477.
- Dugaan gangguan perkembangan: 99,1 persen (1.723.682) dengan jumlah yang diperiksa adalah 1.738.840.
- Anemia: 89,3 persen (37.958) dengan jumlah yang diperiksa 42.496 dan hanya pada anak usia 2 tahun.
Pada Kelompok Usia Lainnya
Pada kelompok usia 7 hingga 17 tahun, penyakit terbanyak adalah gigi karies, tekanan darah di atas normal, penumpukan kotoran telinga, gizi kurang, dan anemia.
Pada usia 18 hingga 59 tahun penyakit yang banyak ditemui adalah gigi karies, obesitas sentral, tekanan darah di atas normal, kolesterol tinggi, dan diabetes.
Sementara pada lansia 60 tahun ke atas, masalah kesehatan yang banyak ditemukan adalah gigi karies, tekanan darah di atas normal, gangguan penglihatan, kolesterol tinggi, dan diabetes.