Liputan6.com, Jakarta - Pramono Anung Wibowo, Gubernur DKI Jakarta memberi gagasan pengadaan truk sampah berbasis listrik mulai tahun 2026. Langkah ini dianggap strategis untuk mengurangi polusi udara sekaligus mengubah paradigma pengelolaan sampah di ibu kota.
Truk sampah konvensional masih dinilai menimbulkan masalah lingkungan meski berfungsi membersihkan kota. Oleh karena itu, pengalihan ke truk sampah berbasis listrik dianggap penting sebagai solusi.
Advertisement
"Kalau secara listrik bisa, saya akan perintahkan untuk mulai dengan listrik. Karena apa? Masa kita mengatasi persoalan polusi dengan truk sampah itu kita menambah polusi sendiri. Nggak bisa," kata Pramono, melansir Antara, Rabu 11 Februari 2026.
Pramono menjelaskan, saat ini jumlah truk sampah listrik di DKI masih sangat sedikit, kurang dari 10 unit. Salah satu kendala utama adalah truk sampah compactor membutuhkan energi besar karena mengangkut beban berat setiap hari, sehingga pengadaan truk listrik yang dapat bekerja optimal menjadi tantangan tersendiri.
"Langkah ini diharapkan tidak hanya menekan emisi, tetapi juga menjadi contoh bagi kota-kota lain dalam menerapkan transportasi ramah lingkungan untuk kegiatan operasional pemerintah," ucap Pramono.
Dengan adanya truk sampah listrik, lanjut dia, diharapkan pengelolaan sampah Jakarta bisa lebih efisien dan ramah lingkungan. Upaya ini sejalan dengan program pemerintah untuk menurunkan jejak karbon kota sekaligus meningkatkan kualitas udara bagi seluruh warga DKI.
Modernisasi Armada Truk Sampah di Rorotan
Pengelolaan sampah di kawasan Rorotan, Jakarta Utara, mendapat perhatian serius melalui pembaruan armada truk sampah. Saat ini, truk-truk baru keluaran 2024-2025 telah digunakan untuk mendukung pengangkutan sampah di wilayah tersebut.
Pembaruan armada ini bertujuan meningkatkan efisiensi operasional sekaligus meminimalkan gangguan lingkungan. Truk baru dirancang lebih stabil dan andal untuk mengangkut beban harian yang berat, sehingga risiko tumpahan sampah atau kemacetan saat pengangkutan dapat dikurangi.
Langkah ini juga menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk menghadirkan sistem pengelolaan sampah yang modern, profesional, dan berkelanjutan.
Dengan kendaraan pengangkut yang lebih terstandarisasi, kualitas lingkungan di wilayah perkotaan diharapkan meningkat dan proses pengangkutan sampah berjalan lebih lancar.
Truk Listrik dan Penanganan Air Lindi
Selain pembaruan armada, perhatian juga diberikan pada persoalan air lindi, yaitu cairan dari sampah yang kerap menetes saat pengangkutan. Kondisi ini menjadi keluhan warga karena dapat mencemari jalan dan lingkungan sekitar.
“Air lindinya yang menetes-menetes itu menjadi sumber utama keresahan. Kalau bisa truk sampahnya listrik, compactornya bagus, dan air lindinya tidak ke mana-mana, saya akan minta pengadaan di tahun 2026 mulai dengan truk sampah dari listrik,” ujar pihak terkait.
Pengadaan truk listrik dengan sistem compactor yang baik dianggap solusi ganda. Selain lebih ramah lingkungan, truk ini dapat menahan air lindi agar tidak menetes ke jalan, sehingga pengelolaan sampah menjadi lebih bersih dan aman.
Dengan penerapan truk listrik, diharapkan pengangkutan sampah di Jakarta lebih efisien, berkelanjutan, dan menjadi contoh bagi kota lain dalam menerapkan teknologi ramah lingkungan.