Liputan6.com, Jakarta - Film kisah cinta rumit dan tragis terbaru berjudul Wuthering Heights tayang di bioskop Indonesia pada hari ini, Rabu (11/2/2026).
Film yang digarap oleh sutradara terkenal Emerald Fennell, yang dikenal aktris yang belakangan merupakan sineas yang mengarahkan film Saltburn (2023) dan Promising Young Woman (2020).
Advertisement
Wuthering Heights merupakan adaptasi dari novel klasik tahun 1847 karya Emily Bronte dengan judul yang sama. Sementara itu, naskah filmnya ditulis oleh Emerald Fennell sendiri, yang juga bertindak sebagai produser film tersebut.
Film ini merupakan interpretasi gaya baru dari kisah klasik Emily Bronte yang dibintangi oleh Margot Robbie dan Jacob Elordi. Dua tahun setelah proyek ini pertama kali diumumkan, Margot Robbie dan Jacob Elordi akhirnya hadir dengan versi modern dari kisah cinta tragis yang telah berusia berabad-abad ke layar lebar.
Dilansir dari People, pada Juli 2024, Emerald Fennell mengumumkan lewat X soal rencananya untuk mengadaptasi novel gothic ini. Variety melaporkan bahwa setelah perang penawaran dengan Netflix, sang sineas menerima tawaran dari Warner Bros dan menetapkan tanggal rilis di bioskop pada Hari Valentine 2026 untuk wilayah Amerika Utara.
Sebelum proyek Fennell, sudah ada sejumlah adaptasi Wuthering Heights lainnya yang telah difilmkan selama seabad terakhir. Laurence Olivier dan Merle Oberon terkenal memerankan Heathcliff dan Catherine dalam film tahun 1939, diikuti oleh Ralph Fiennes dan Juliette Binoche yang memerankan sepasang kekasih yang bernasib malang itu pada tahun 1992.
Pada tahun 2009, Tom Hardy bertemu istrinya, Charlotte Riley, saat berperan sebagai Heathcliff dan Catherine dalam film TV pertama dari dua film yang dibuatnya. Wuthering Heights juga diadaptasi menjadi dua serial, yang dirilis pada tahun 1978 dan 1998.
Sinopsis Film Wuthering Heights
Film Wuthering Heights tahun 2026 didasarkan pada novel karya Bronte, yang mengisahkan kisah cinta tragis antara Heathcliff dan Catherine Earnshaw ketika kecemburuan, obsesi, dan kesenjangan kelas berujung pada siklus balas dendam yang menghantui keluarga mereka selama beberapa generasi. Dalam novel tersebut, Heathcliff diasuh sebagai anak yatim piatu misterius oleh sebuah keluarga kaya dan menjalin ikatan yang kuat dengan putri mereka, Catherine. Namun, prasangka dan tekanan sosial meracuni ikatan tersebut, menyiapkan panggung untuk tragedi.