Kecelakaan di Matraman, 4 Fakta Terkait Kejadian hingga Tewaskan Pelajar

Kecelakaan terjadi pada Senin lalu 9 Januari 2026 di Jalan Matraman Raya, Jakarta Timur (Jaktim) hingga pelajar meninggal dunia.

oleh Shabina Nasywa MuftiDiterbitkan 10 Februari 2026, 18:30 WIB
Pemotor naik trotoar imbas macet di Jalan Matraman

Liputan6.com, Jakarta - Kecelakaan terjadi pada Senin lalu 9 Januari 2026 di Jalan Matraman Raya, Jakarta Timur (Jaktim). Korban merupakan seorang pelajar yang mengendarai sepeda motor saat hendak berangkat ke sekolah.

Kejadian itu dibenarkan Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto. Dia mengatakan, insiden ini terjadi saat sepeda motor melaju dari arah selatan menuju utara.

"Diduga pengendara terperosok akibat jalan berlubang," ujar Budi kepada wartawan, Senin 9 Februari 2026.

Akibat kejadian itu, korban meninggal dunia dengan luka di bagian wajah dan kepala. Polisi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung pun angkat bicara. Pramono menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya seorang pelajar SMK 34 Jakarta itu. Korban diketahui bernama Aldi Surya Putra. Kecelakaan terjadi setelah sepeda motor yang dikendarai korban menghantam jalan berlubang dan licin.

"Atas nama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, saya turut berduka cita sedalam-dalamnya atas wafatnya ananda Aldi Surya Putra," kata Pramono di Balai Kota DKI Jakarta.

Pramono menegaskan, Pemerintah Provinsi atau Pemprov DKI Jakarta memastikan seluruh biaya perawatan di rumah sakit ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah daerah. Selain itu, Pemprov juga menyiapkan fasilitas pemakaman di TPU Menteng Pulo, Jakarta Selatan.

Sementara itu, Wadi, juru parkir setempat mengamini, lubang di Jalan Matraman sudah jadi langganan.

"Banyak lubangnya di sepanjang jalan. Ada tiap bulan ditambal. Kadang-kadang tabrakan kecelakaan, meleng jatuh (menghajar) lubang, jadi jatuh sendiri," kata Wadi di lokasi, Selasa (10/2/2026).

Berikut sederet fakta terkait kecelakaan yang terjadi di Jalan Matraman Raya, Jakarta Timur (Jaktim) akibat jalan rusak hingga sebabkan pelajar tewas dihimpun Tim News Liputan6.com:

 

1. Kronologi Kecelakaan, Korban Meninggal Dunia

Jalan berlubang yang ditambal di Matraman Raya, Jakarta Timur, Senin (10/2) (Liputan6.com/Muhamad Radityo Priyasmoro)

Seorang pelajar tewas setelah sepeda motor yang dikendarainya terperosok di jalan berlubang. Kecelakaan tunggal ini terjadi di Jalan Matraman Raya, Jakarta Timur, pada Senin 9 Februari 2026.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan, insiden ini terjadi saat sepeda motor melaju dari arah selatan menuju utara.

"Diduga pengendara terperosok akibat jalan berlubang," kata Budi kepada wartawan, Senin 9 Februari 2026.

Akibat kejadian itu, korban meninggal dunia dengan luka di bagian wajah dan kepala. Polisi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara.

"Jenazah dievakuasi ke Rumah Sakit Kramat Jati," ucap dia.

Menurut Budi, penyebab kecelakaan masih dalam pendalaman. Polisi menelusuri berbagai faktor yang dapat memicu kecelakaan lalu lintas.

"Faktor kecelakaan bisa dari pengendara, cuaca, kendaraan, maupun sarana prasarana jalan," ucap dia.

Terkait kemungkinan adanya unsur pidana akibat kondisi jalan berlubang, Budi menyebut hal tersebut masih didalami.

"Ini masih dalam pendalaman karena kejadiannya baru tadi pagi. Jika ada perkembangan dari penyelidikan dan penyidikan akan kami sampaikan," jelas Budi.

 

2. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Sampaikan Duka dan Jelaskan Hasil Pemantauan

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya seorang pelajar SMK 34 Jakarta yang tewas dalam kecelakaan lalu lintas tunggal di Jalan Matraman Raya, Jaktim. (Liputan6/Winda Nelfira)

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya seorang pelajar SMK 34 Jakarta yang tewas dalam kecelakaan lalu lintas tunggal di Jalan Matraman Raya, Jakarta Timur, Senin pagi 9 Februari 2026.

Korban diketahui bernama Aldi Surya Putra. Kecelakaan terjadi setelah sepeda motor yang dikendarai korban menghantam jalan berlubang dan licin.

"Atas nama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, saya turut berduka cita sedalam-dalamnya atas wafatnya ananda Aldi Surya Putra," kata Pramono di Balai Kota DKI Jakarta, Senin 9 Februari 2026.

Pramono menjelaskan, berdasarkan hasil pemantauan yang dilakukan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui kamera pengintai, kecelakaan tersebut dipicu kondisi jalan yang licin dan berlubang.

Pada saat bersamaan, korban melaju dengan kecepatan tinggi.

"Penyebab kecelakaan adalah jalanan yang licin dan berlubang lalu dilalui dengan kecepatan tinggi. Jadi ini kecelakaan tunggal," kata Pramono.

 

3. Pemprov DKI Pastikan Biaya Perawatan Gratis

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung (Winda Nelfira/Liputan6.com)

Usai kejadian, korban sempat dilarikan ke RS Polri dengan pendampingan langsung dari Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta serta pihak sekolah. Namun, nyawa korban tidak tertolong.

"Saat ini posisinya sudah di rumah duka dan sebentar lagi akan dimakamkan," kata Pramono.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memastikan seluruh biaya perawatan di rumah sakit ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah daerah. Selain itu, Pemprov juga menyiapkan fasilitas pemakaman di TPU Menteng Pulo, Jakarta Selatan.

"Biaya rumah sakit ditanggung sepenuhnya oleh Pemprov DKI Jakarta dan pemakaman disiapkan oleh Pemprov di TPU Menteng Pulo," jelas Pramono.

 

4. Kesaksian Warga

Sepatu tergeletak di jalan saat pembongkaran bangunan lokalisasi liar Gunung Antang di Matraman, Jakarta Timur, Selasa (30/8/2022). Ketika proses pembongkaran dilakukan, tidak ada perlawanan dari penghuni lokalisasi liar tersebut. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Kecelakan tunggal lalu lintas di Matraman Raya pada Senin 9 Februari 2026 menuai perhatian publik. Seorang pelajar bernama Aldi Suryaputra, siswa SMK Negeri 34 Jakarta, meninggal dunia diduga akibat motornya menghantam lubang di jalan tersebut.

Liputan6.com memantau langsung jalan tersebut, terlihat aspal di sepanjang Jalan Matraman Raya memang tidak rata. Beberapa lubang ditemukan dengan sebagian sudah ditandai garis putih.

Wadi, juru parkir setempat mengamini, lubang di Jalan Matraman sudah jadi langganan.

"Banyak lubangnya di sepanjang jalan. Ada tiap bulan ditambal. Kadang-kadang tabrakan kecelakaan, meleng jatuh (menghajar) lubang, jadi jatuh sendiri," kata Wadi di lokasi, Selasa (10/2/2026).

Wadi menjelaskan, kecepatan kendaraan terbilang tinggi di sepanjang jalan Matraman Raya. Sebab, tidak ada speed bump setelah perempatan dari arah ke Manggarai.

"Tapi kalau jalannya baik, seperti enggak ada lobang, saya kira tidak ada kejadian jatuh," dia menandasi.

Infografis: Ayo cari tahu syarat dan prosedur untuk pengajuan santunan kecelakaan dari Jasa Raharja, ternyata mudah!

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya