Liputan6.com, Jakarta - Manchester City menjamu Fulham pada lanjutan Liga Inggris 2025/2026 di Stadion Etihad, Kamis (12/2/2026) pukul 02.30 WIB. Laga Man City vs Fulham menjadi kesempatan bagi The Citizens untuk terus memberikan tekanan kepada pemuncak klasemen, Arsenal.
Pertemuan terakhir kedua tim terjadi lebih dari dua bulan lalu di Craven Cottage, yang berakhir dengan kemenangan dramatis Manchester City 5-4. Pertandingan mendatang diprediksi akan kembali menyajikan laga yang menarik, mengingat ambisi kedua tim.
Advertisement
Manchester City datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah meraih kemenangan penting, sementara Fulham berupaya bangkit dari serangkaian hasil kurang memuaskan.
Dominasi Manchester City di Kandang
Manchester City baru saja meraih kemenangan penting 2-1 melawan Liverpool di Anfield, setelah sempat tertinggal. Gol penyama kedudukan dicetak oleh Bernardo Silva pada menit ke-84, diikuti oleh gol kemenangan Erling Haaland dari titik penalti pada menit ke-93.
Kemenangan dramatis tersebut berhasil mengurangi selisih poin dengan pemuncak klasemen Arsenal menjadi enam poin. Jika Man City berhasil memenangkan pertandingan melawan Fulham, mereka dapat memperkecil selisih menjadi hanya tiga poin sebelum Arsenal bertandang ke Brentford.
The Citizens memiliki rekor kandang yang sangat impresif di Etihad, mengumpulkan 44 poin dari kemungkinan 51 poin dalam 17 pertandingan kandang terakhir mereka di Premier League, dengan 14 kemenangan, 2 seri, dan hanya 1 kekalahan. Mereka tidak terkalahkan dalam 11 pertandingan kandang terakhir mereka (9 kemenangan, 2 seri).
Perjuangan Fulham di Tengah Musim
Fulham berada di antara tim-tim Premier League yang berjuang untuk kualifikasi Eropa, namun tiga kekalahan dalam empat pertandingan terakhir sedikit menghambat mereka. Mereka mengalahkan Brighton 2-1, namun kemudian kalah 1-0 dari Leeds dan 3-2 dari Manchester United.
Terakhir, Fulham kalah 2-1 di kandang dari Everton akhir pekan lalu setelah sempat unggul satu gol, dengan gol bunuh diri dari Bernd Leno menjadi penentu kekalahan. Pelatih kepala Marco Silva mengeluhkan kurangnya ketajaman tim di sepertiga akhir dan bagaimana mereka “berhenti bermain” melawan Everton di babak kedua.
Akibatnya, Fulham telah merosot ke posisi ke-10 di klasemen dan empat poin di belakang Brentford yang berada di posisi ketujuh. Fulham juga memiliki rekor tandang yang buruk melawan tim-tim papan atas, hanya memenangkan tiga dari 44 pertandingan tandang Premier League mereka melawan tim yang memulai hari di tiga besar klasemen.