Impor Bawang Putih Dihentikan dalam 5 Tahun, NTB Siap Jadi Pusat Benih Nasional

Pasokan bawang putih dihentikan dalam 3-4 tahun atau paling lambat lima tahun ke depan untuk mendukung potensi lokal.

oleh Nikmah Laily HawaDiterbitkan 10 Februari 2026, 20:00 WIB
Aktivitas Penjualan Bawang Putih. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Kualitas bawang putih di Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB) dinilai lebih kompetitif dibandingkan bawang putih impor karena ditanam di dataran tinggi sekitar 1.200 meter di atas permukaan laut wilayah tersebut. Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengatakan, ke depannya NTB akan menjadi pusat pembibitan bawang putih.

“Kualitasnya sangat bagus, pembibitan kita pusatkan di sini. NTB akan menjadi fondasi benih nasional,” kata Amran, saat melakukan kunjungan kerja di Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, dilansir dari Antara, Selasa, (10/2/2026).

Di waktu yang sama, Mentan bersama Gubernur NTB Lalu Muhammad Iqbal melakukan tanam bawang putih bersama petani di kawasan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur.

Menurutnya, kegiatan itu menjadi sinergi kuat pemerintah pusat dan daerah dalam mempercepat swasembada bawang putih nasional berbasis kawasan dan kekuatan petani.

“Ini kami sedang tanam bawang putih bersama Pak Gubernur. Insya Allah ini akan mampu berproduksi 20-30 ton per hektare,” ujar Amran.

Amran juga mengatakan, percepatan swasembada bawang putih diarahkan melalui program khusus berbasis kawasan dengan target luas yang terukur.

Ia menilai, NTB mempunyai potensi strategis sebagai tulang punggung pasokan bawang putih nasional sekaligus pemasok antarprovinsi.

Dalam beberapa waktu ke depan ia menginginkan kegiatan impor dihentikan dan mulai menggunakan hasil pertanian lokal. 

“Kalau mampu 50 ribu hektare, minimal 25 ribu hektare, ini sudah bisa menyuplai provinsi-provinsi lain. Kita hentikan impor dalam 3–4 tahun ke depan, paling lambat 5 tahun,” tegasnya.

Memanfaatkan Potensi Bawang Putih Lokal

Salah satu jenis bawang putih lokal yang cocok dikembangkan karena produktivitasnya tinggi Tawangmangu baru (TMB).

Amran mengatakan kegiatan tanam bersama itu menjadi bagian dari pencanangan kawasan strategis bawang putih di NTB.

Wilayah NTB memiliki potensi lahan sekitar 7.750 hektare. Sementara itu, Kabupaten Lombok Timur tercatat sebagai sentra utama dengan potensi 2.500 hektare, sehingga dipilih menjadi pusat kegiatan tanam-panen bawang putih.

Selanjutnya, Amran menegaskan keberhasilan program sangat bergantung pada kesiapan daerah dalam menggerakkan lahan, petani, serta pendampingan teknis di lapangan.

“Sesuai arahan Bapak Presiden, insya Allah Indonesia akan mencapai swasembada pangan dalam 3-4 tahun. Apalagi kalau di-support oleh Gubernur NTB, ” tegasnya.

Menurut Mentan Iqbal, penghentian impor bawang putih bukan sekadar wacana, melainkan agenda yang telah memiliki batas waktu jelas dan terukur.

Mentan Amran bersama pihaknya turut mengapresiasi komitmen Pemerintah Provinsi (Pemrov) NTB yang dinilai aktif menyiapkan infrastruktur pendukung penanaman bawang putih.

Berbagai kebutuhan logistik disediakan mulai dari penguatan kawasan produksi, pengembangan perbenihan, hingga integrasi sektor pertanian dan peternakan.

Pemetaan Perluasan Lokasi Pusat Bawang Putih

Anggota DPR RI, Komisi IV, Andi Akmal Pasluddin sangat menyayangkan atas ketetapan kebijakan pembebasan impor bawang putih dan bawang bombay hingga 31 Mei 2020 oleh kementerian Perdagangan.

Di sisi lain, Gubernur NTB Iqbal menegaskan, pihaknya siap menjadikan Sembalun sebagai pusat pembenihan bawang putih nasional yang terintegrasi dengan kawasan produksi konsumsi di wilayah sekitarnya.

“Alhamdulillah, tahun ini kita sudah menjadi produsen benih bawang putih terbesar di Indonesia. Sesuai arahan Pak Menteri, kawasan Sembalun akan difokuskan untuk pembenihan sekitar 750 hingga 1.000 hektare, sementara wilayah di bawahnya difokuskan untuk produksi konsumsi,” beber Iqbal.

Pemprov NTB juga tengah memetakan kabupaten dataran tinggi lain untuk perluasan kawasan bawang putih konsumsi.

Pemetaan ini juga dapat memperkuat kelembagaan petani dan kemitraan usaha agar produksi berkelanjutan dan memiliki kepastian pasar.

Melalui kolaborasi yang konsisten antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan petani, percepatan swasembada bawang putih nasional optimistis dapat diwujudkan sekaligus memperkuat posisi NTB sebagai sentra bawang putih dan jagung nasional.

Ia berharap agar ke depan Indonesia mampu mencapai swasembada berbagai jenis bawang yang selama ini masih dipenuhi dari pasokan luar negeri.

Infografis Indonesia Capai Swasembada Pangan 2025. (Liputan6.com/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya