Gudang Pestisida Terbakar dan Cemari Kali Jalatreng Tangsel, Ratusan Ikan Mati Mengambang

Masyarakat diminta tidak mengonsumsi ikan dari Kali Jalatreng karena sudah terkontaminasi zat kimia dampak gudang pestisida terbakar.

oleh Tim NewsDiterbitkan 10 Februari 2026, 13:16 WIB
Ikan mati dampak Kali Jalatreng tercemar pestisida (Dok: Istimewa)

Liputan6.com, Jakarta - Gudang tempat penyimpanan pestisida yang berlokasi di kompleks pergudangan Taman Tekno, Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) terbakar pada Senin (9/2) kemarin. Peristiwa itu menyebabkan ceceran bahan kimia mengalir dan mencemari Kali Jalatreng yang berada di sekitar lokasi.

Kapolsek Cisauk, AKP Dhady Arsya, mengatakan tidak ada korban jiwa dalam insiden itu. Namun, kali tercemar membuat biota laut hidup di dalamnya ikut mati.

"Imbas kebakaran gudang kimia, airnya kan melebur ke Kali Jalatreng, itu menyebabkan ikan-ikan yang ada di kali itu mati. Ada banyak, ratusan, ikan-ikan udah pada ngambang karenakan," kata AKP Dhady Arsya, saat dikonfirmasi, Selasa (10/2/2026).

Masyarakat juga diingatkan tak mengonsumsi ikan yang berada di Sungai Jalatreng karena sudah terkontaminasi zat kimia Pestisida.

"Diduga sudah terkontaminasi zat kimia," ujarnya.

 

Penyebab Kebakaran hingga Kali Tercemar

Dugaan sementara, kebakaran dipicu arus pendek listrik yang pertama kali diketahui petugas keamanan perusahaan yang sedang berjaga bernama Rehan.

"Rehan ketika itu melihat kepulan asap yang sangat besar dari TKP, selanjutnya Rehan melaporkan kejadian tersebut ke Danru Security yang bernama Anam bahwa telah terjadi kebakaran di gudang PT Biotek Saranatama," katanya.

Selanjutnya, pihak keamanan menghubungi karyawan perusahaan yang berada di mess tidak jauh dari lokasi kejadian. Beberapa saat kemudian, datang 15 unit pemadam kebakaran.

Di gudang itu terdapat Pestisida cair dan bubuk sekitar kurang lebih 15-20 ton.

"Pemilik gudang bernama bapak Lusman, mengetahui kejadian tersebut, setelah dihubungi oleh karyawannya yang bernama Mahlikul Khasan selaku penanggungjawab gudang," sambungnya.

Dikarenakan sulit dipadamkan dengan air, akhirnya api bisa dipadamkan menggunakan pasir kurang lebih 2 truk engkel.

"Karena ada pemadaman api oleh damkar lanjut air damkar pemadaman tersebut mengalir ke sungai Jaletreng," pungkasnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya