Deretan Hoaks yang Dikaitkan dengan Solo, dari Pembubaran Konser hingga Aksi Demonstrasi

Hoaks yang terkait dengan kota Solo banyak beredar di masyarakat. Simak faktanya dalam artikel ini!

oleh Adyaksa VidiDiterbitkan 10 Februari 2026, 15:00 WIB
Hoaks banyak mengaitkan dengan kota Solo

Liputan6.com, Jakarta - Hoaks yang terkait dengan kota Solo banyak beredar di masyarakat. Hoaks ini muncul dalam berbagai tema dan tersebar di media sosial.

Lalu apa saja hoaks tersebut? Berikut beberapa di antaranya:

1. Cek Fakta: Hoaks Artikel Masyarakat Solo Berdemonstrasi Menolak Jokowi Sebagai Raja

Tim Cek Fakta Liputan6.com menemukan postingan artikel masyarakat Solo berdemonstrasi menolak Jokowi sebagai raja. Postingan itu beredar sejak pekan lalu.

Salah satu akun ada yang mengunggahnya di Facebook. Akun itu mempostingnya pada 3 Februari 2026.

Dalam postingannya terdapat tangkapan layar artikel dari CNN Indonesia berjudul:

"Masyarakat Solo Demontrasi Bahwa Raja Mereka Adalah Gusti Purboyo Bukan JOKOWI. Jokowi Bukan Keturunan Darah Biru Imbau Masyarakat Solo.."

Lalu benarkah postingan artikel masyarakat Solo berdemonstrasi menolak Jokowi sebagai raja? Simak dalam artikel ini...

2. Cek Fakta: Hoaks Artikel Luhut Minta Masyarakat Solo Tak Usir Jokowi Jika Ijazahnya Palsu

Beredar kembali di media sosial postingan artikel Luhut Binsar Pandjaitan meminta masyarakat Solo tidak mengusir Jokowi jika ijazahnya palsu. Postingan itu beredar sejak pekan lalu.

Salah satu akun ada yang mengunggahnya di Facebook. Akun itu mempostingnya pada 13 November 2025.

Dalam postingannya terdapat tangkapan layar artikel dari Tempo berjudul "Luhut berharap jika Ijasah Jokowi Palsu masyarakat Solo jangan mengusir beliau."

Akun itu menambahkan narasi:

"Gw bilang juga apa, kebohongan itu hanya memberi kemenangan sementara. Pertahanan sekuat apapun akan jebol bol."

Lalu benarkah postingan artikel Luhut Binsar Pandjaitan meminta masyarakat Solo tidak mengusir Jokowi jika ijazahnya palsu? Simak dalam artikel berikut ini...

3. Cek Fakta: Tidak Benar Dalam Video Ini Pembubaran Paksa Pertunjukan Band di Solo karena Terlalu Kritis

Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim video pembubaran paksa pertunjukan band di Solo karena terlalu kritis. Informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook, pada 11 November 2023.

Unggahan klaim video pembubaran paksa pertunjukan band di Solo karena terlalu kritis tersebut menampilkan sejumlah orang berjalan di atas panggung yang disaksikan banyak penonton, kemudian orang tersebut membawa pemain alat musik yang sedang di atas panggung.

Dalam video terdapat tulisan sebagai berikut. "Terlalu kritis band asap kota solo @malu2x pas performe jadi pembuka Dewa19 dihentikan paksa"

Unggahan tersebut diberi keterangan sebagai berikut.

"Belum jadi penguasa sdh mau bredel.. HATI2 NEO ORBA LAGI MERUSAK TATANAN..BAHKAN SAMPAI MEMBUAT P JOKOWI TERBAWA TIDAK BISA NETRAL..BAHKAN MERESTUI ANAKNYA...

Band pembuka Dewa19 dianggap terlalu kritis disetop dan *dipaksa & "diseret"* turun. Belum apa2 sudah jadi Tirani. *LAWAN & GAGALKAN RENCANA PENGHIANAT*"

Benarkah klaim video pembubaran paksa pertunjukan band di Solo karena terlalu kritis? Simak dalam artikel berikut ini...

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi partner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terbaru

    Berita Terkini Selengkapnya