Liputan6.com, Jakarta - Bursa Asia dibuka menguat pada perdagangan Selasa, (10/2/2026), dengan pasar Jepang memimpin penguatan kawasan. Indeks Nikkei 225 melanjutkan reli pasca pemilu dan mencetak rekor tertinggi baru, seiring sentimen positif yang juga meluas ke pasar Asia lainnya.
Mengutip CNBC, bursa saham Jepang masih menikmati apa yang disebut pelaku pasar sebagai “Takaichi trade”, menyusul kemenangan telak Perdana Menteri Sanae Takaichi dalam pemilu Majelis Rendah.
Advertisement
Indeks Nikkei 225 dibuka melonjak 1,52% dan menembus level 57.000, sementara indeks Topix menguat 1,08% dan turut mencatat rekor baru.
Di kawasan Asia lainnya, pasar saham Korea Selatan juga bergerak positif. Indeks Kospi naik 1,21%, mendekati level penutupan tertinggi sepanjang masa. Sementara itu, indeks saham berkapitalisasi kecil Kosdaq menguat 1,25%.
Pasar saham Australia tak ketinggalan mencatatkan penguatan. Indeks S&P/ASX 200 naik 0,39% pada awal perdagangan dan berada di jalur penguatan untuk hari ketiga berturut-turut.
Sementara itu, kontrak berjangka indeks Hang Seng Hong Kong berada di level 27.221, lebih tinggi dibandingkan penutupan terakhir indeks Hang Seng di 27.027,16.
Wall Street Menguat
Sentimen positif di bursa Asia turut dipengaruhi oleh kinerja Wall Street. Pada perdagangan Senin waktu setempat, indeks saham utama AS ditutup menguat, ditopang reli saham teknologi dan optimisme investor menjelang rilis data ekonomi penting serta laporan keuangan emiten.
Indeks S&P 500 naik 0,47% dan ditutup di level 6.964,82, mencatatkan kenaikan dua hari berturut-turut. Indeks Dow Jones Industrial Average bertambah tipis 20,20 poin atau 0,04% ke posisi 50.135,87, sekaligus mencetak rekor intraday dan penutupan tertinggi sepanjang masa. Sementara itu, indeks Nasdaq Composite melonjak 0,9% ke level 23.238,67.
Saham teknologi kembali menjadi motor penggerak pasar. Saham Nvidia dan Broadcom masing-masing naik 2,5% dan 3,3%, melanjutkan penguatan dari sesi sebelumnya. Saham Oracle bahkan melesat 9,6% setelah mendapat rekomendasi naik menjadi buy dari neutral oleh D.A. Davidson, seiring optimisme terhadap OpenAI dan ekosistem pendukungnya.
Saham Teknologi Menarik
Penguatan ini terjadi setelah pasar AS sempat bergejolak pekan lalu. Indeks Dow bahkan sempat menembus level 50.000 untuk pertama kalinya dalam sejarah, usai tekanan jual besar yang dipicu aksi jual saham teknologi, khususnya sektor perangkat lunak. Bitcoin juga sempat anjlok sebelum kembali pulih, seiring sikap risk-off investor.
“Investor bertanya-tanya, apakah pemulihan kuat ini bisa bertahan? Atau justru jebakan sebelum kembali terkoreksi, atau malah menjadi peluang beli baru?” ujar Sam Stovall dari CFRA Research.
Ia menambahkan, valuasi saham teknologi kini terlihat lebih menarik.
“Kita beralih dari premi 17% menjadi diskon 8% dibandingkan rata-rata lima tahun terakhir. Ini bisa menjadi sinyal bahwa belum saatnya meninggalkan saham teknologi,” pungkasnya.