Imbas Tanah Bergerak di Padasari Tegal, Ribuan Orang Mengungsi

oleh Helmi FithriansyahDiterbitkan 09 Februari 2026, 21:05 WIB
Imbas Tanah Bergerak di Padasari Tegal, Ribuan Orang Mengungsi
Fenomena tanah bergerak di Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah masih terus terjadi. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat jumlah warga yang mengungsi meningkat. Berdasar data BNPB, hingga Minggu 8 Februari 2026, tercatat ada sekitar 2.453 orang warga Desa Padasari telah meninggalkan rumah mereka ke pengungsian. Dari jumlah tersebut, terdapat 220 warga lanjut usia (lansia), 3 ibu hamil, 3 ibu menyusui, 179 anak-anak, 40 balita, 65 batita, 1.049 remaja, dan 894 dewasa. Proses evakuasi warga masih terus berlanjut dan diungsikan ke lokasi yang lebih aman. Sementara itu, Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Abdul Muhari dalam keterangan tertulis pada Senin 9 Februari 2026, mengatakan bahwa para pengungsi terpusat di delapan titik pengungsian. BNPB juga masih bersiaga di lokasi terdampak dan melakukan pendampingan kepada pemerintah daerah setempat serta menyalurkan dukungan bantuan logistik dan makanan. Pemerintah Kabupaten Tegal juga telah menetapkan status Tanggap Darurat Bencana Tanah Bergerak hingga 16 Februari 2026.
Seorang pria berjalan di samping rumah-rumah yang rusak setelah pergerakan tanah melanda permukiman mereka di desa Padasari, Tegal, Jawa Tengah, Senin 9 Februari 2026. Fenomena tanah bergerak di Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah masih terus terjadi. (DEVI RAHMAN/AFP)
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat jumlah warga yang mengungsi meningkat. Tampak dalam foto, warga menyelamatkan barang-barang mereka setelah pergerakan tanah melanda permukiman mereka di desa Padasari, Tegal, Jawa Tengah, Senin 9 Februari 2026. (DEVI RAHMAN/AFP)
Berdasar data BNPB, hingga Minggu 8 Februari 2026, tercatat ada sekitar 2.453 orang warga Desa Padasari telah meninggalkan rumah mereka ke pengungsian. Tampak dalam foto, seorang pria menyelamatkan barang-barangnya setelah pergerakan tanah melanda permukiman mereka di desa Padasari, Tegal, Jawa Tengah, Senin 9 Februari 2026. (DEVI RAHMAN/AFP)
Dari jumlah tersebut, terdapat 220 warga lanjut usia (lansia), 3 ibu hamil, 3 ibu menyusui, 179 anak-anak, 40 balita, 65 batita, 1.049 remaja, dan 894 dewasa. Tampak dalam foto, Seorang pria menyelamatkan barang-barangnya setelah pergerakan tanah melanda permukiman mereka di desa Padasari, Tegal, Jawa Tengah, Senin 9 Februari 2026. (DEVI RAHMAN/AFP)
Proses evakuasi warga masih terus berlanjut dan diungsikan ke lokasi yang lebih aman. Tampak dalam foto, warga menyelamatkan barang-barang mereka setelah pergerakan tanah melanda permukiman mereka di desa Padasari, Tegal, Jawa Tengah, Senin 9 Februari 2026. (DEVI RAHMAN/AFP)
Sementara itu, Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Abdul Muhari dalam keterangan tertulis pada Senin 9 Februari 2026, mengatakan bahwa para pengungsi terpusat di delapan titik pengungsian. Tampak dalam foto, warga menyelamatkan barang-barang mereka setelah pergerakan tanah melanda permukiman mereka di desa Padasari, Tegal, Jawa Tengah, Senin 9 Februari 2026. (DEVI RAHMAN/AFP)
BNPB juga masih bersiaga di lokasi terdampak dan melakukan pendampingan kepada pemerintah daerah setempat serta menyalurkan dukungan bantuan logistik dan makanan. Tampak dalam foto, warga menyelamatkan barang-barang mereka setelah pergerakan tanah melanda permukiman mereka di desa Padasari, Tegal, Jawa Tengah, Senin 9 Februari 2026. (DEVI RAHMAN/AFP)
Pemerintah Kabupaten Tegal juga telah menetapkan status Tanggap Darurat Bencana Tanah Bergerak hingga 16 Februari 2026. Tampak dalam foto, warga menyelamatkan barang-barang mereka setelah pergerakan tanah melanda permukiman mereka di desa Padasari, Tegal, Jawa Tengah, Senin 9 Februari 2026. (DEVI RAHMAN/AFP)

Rekomendasi

POPULER

    Berita Terkini Selengkapnya