Goldman Sachs Ingatkan Potensi Penjualan Saham Jumbo, Risiko Bitcoin Meningkat

Goldman Sachs memperingatkan aksi jual jumbo di saham dapat berdampak ke bitcoin dan logam mulia.

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 09 Februari 2026, 13:21 WIB
Goldman Sachs memperingatkan aliran dana puluhan miliaran dolar Amerika Serikat (AS) dapat keluar dari pasar saham dalam beberapa pekan ke depan.(AFP PHOTO)

Liputan6.com, Jakarta - Goldman Sachs memperingatkan aliran dana puluhan miliaran dolar Amerika Serikat (AS) dapat keluar dari pasar saham dalam beberapa pekan ke depan. Gelombang aksi jual ini dapat berdampak ke bitcoin (BTC), emas dan perak karena likuiditas memburuk.

Goldman Sachs memperingatkan Penjualan CTA Dapat Meningkat

Berdasarkan Goldman Trading Desk, dana pengikut tren yang dikenal sebagai Commodity Trading Advisers (CTA) telah memicu sinyal jual di S&P 500. CTA diperkirakan tetap menjadi penjual bersih dalam jangka pendek, terlepas dari apakah pasar stabil atau terus jatuh.

Goldman Sachs prediksi saham sekitar USD 33 miliar atau Rp 556,56 triliun (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 16.870) dapat dijual dalam sepekan jika pasar melemah lebih lanjut.

Aksi jual itu diprediksi dapat mencapai USD 80 miliar atau Rp 1.349 triliun berdasarkan model perhitungan Goldman’s pada bulan depan jika S&P 500 terus menurun atau menembus level teknikal kunci.

Analis Goldman mencatat likuiditas telah memburuk dan posisi opsi telah bergeser dengan cara yang dapat memperkuat fluktuasi harga. Ketika dealer berada dalam posisi “short gamma” sering dipaksa untuk menjual di pasar yang sedang turun dan membeli di pasar yang sedang naik sehingga meningkatkan volatilitas dan mempercepat pergerakan intraday.

Goldman juga menyoroti strategi sistematis lainnya termasuk risk party dan kontrol volatilitas masih memiliki ruang untuk mengurangi eksposur jika volatilitas terus meningkat. Itu berarti tekanan penjualan mungkin tidak terbatas pada CTA saja.

Sentimen investor juga menunjukkan ketegangan. Indeks Goldman Sachs yakni indeks panik internal Goldman mendekati level yang terkait dengan tekanan ekstrem.

Sementara itu, setelah aksi agresif investor ritel yang membeli saat harga turun mulai menunjukkan “kelelahan”. Arus dana baru-baru ini menunjukkan penjualan bersih ketimbang pembelian.

Risiko ke Bitcoin dan Logam Mulia

Aset digital kripto Bitcoin. (Foto by AI)

Analisis Goldman meski fokus ke saham tetapi berdampak luas. Secara historis, aksi jual saham besar-besaran yang didorong oleh kondisi likuiditas yang semakin ketat telah meningkatkan volatilitas di seluruh aset yang sensitif terhadap makroekonomi termasuk kripto.

Bitcoin, yang semakin diperdagangkan sejalan dengan sentimen risiko yang lebih luas selama periode tekanan likuiditas, dapat menghadapi volatilitas baru jika penjualan paksa di pasar saham meningkat.

Saham yang terkait dengan kripto dan perdagangan spekulatif yang disukai investor ritel telah menunjukkan sensitivitas terhadap fluktuasi pasar baru-baru ini, menunjukkan posisi tetap rapuh.

Pada saat yang sama, turbulensi di pasar ekuitas dapat memicu arus lintas aset yang kompleks. Meskipun kondisi penghindaran risiko dapat menekan komoditas, logam mulia seperti emas dan perak juga dapat menarik permintaan sebagai aset aman selama periode ketidakpastian yang tinggi, yang menyebabkan pergerakan tajam ke salah satu arah tergantung pada tren likuiditas yang lebih luas dan kekuatan dolar.

Sementara itu, variabel kunci tetaplah likuiditas. Dengan dana sistematis yang mengurangi leverage, volatilitas yang meningkat, dan kelemahan pasar musiman yang mendekat, pasar mungkin tetap tidak stabil dalam beberapa minggu mendatang.

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya