BEI Kembali Bertemu MSCI 11 Februari 2026, Bahas Apa Saja?

BEI dijadwalkan bertemu MSCI pada 11 Februari 2026 untuk membahas penguatan struktur pasar modal. Fokus utama mencakup transparansi.

oleh Gagas Yoga PratomoDiterbitkan 09 Februari 2026, 11:45 WIB
Pejabat Sementara (Pjs) Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik. Tingkatkan integritas pasar, BEI ajukan tiga usulan strategis kepada MSCI, termasuk granulasi kategori investor dan perluasan keterbukaan pemegang saham. (Liputan6.com/Gagas)

Liputan6.com, Jakarta - Bursa Efek Indonesia (BEI) akan melanjutkan komunikasi dengan penyedia indeks global MSCI melalui pertemuan lanjutan di level teknis pada Rabu, 11 Februari 2026. Agenda tersebut menjadi bagian dari rangkaian pembahasan atas proposal yang sebelumnya telah dikirimkan BEI terkait sejumlah inisiatif penguatan struktur dan transparansi pasar modal Indonesia.

Pejabat Sementara (Pjs) Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik menyampaikan proposal resmi telah lebih dulu disampaikan pada 5 Februari dan mencakup tiga pokok usulan utama yang akan menjadi fokus diskusi dengan MSCI.

“Seperti yang kami sampaikan tadi, bahwa tanggal 5 Februari kita sudah menyampaikan proposal kepada MSCI yang tiga poin tadi, yaitu tadi granulasi dari kategori investor. Yang kedua adalah pengungkapan dari shareholders name dari 5% menjadi 1%. Serta kita juga akan komunikasikan rencana penerapan peraturan terkait free float. Itu yang akan kita diskusikan di hari Rabu nanti,” ujarnya dalam Konferensi Pers, di Gedung BEI, Senin (9/2/2026).

Sejalan dengan komunikasi tersebut, BEI bersama Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) juga mengajukan sejumlah inisiatif yang disebut selaras dengan delapan rencana aksi percepatan reformasi integritas pasar modal Indonesia. Seluruh target tersebut ditujukan untuk dapat dipenuhi sebelum akhir April 2026.

 

 

Penyempurnaan Klasifikasi Investor

IHSG sempat membaik usai terseok-seok pada awal perdagangan dengan penghentian sementara perdagangan (trading halt) sistem perdagangan pada pukul 09.26 waktu Jakarta Automated Trading System (JATS), setelah penurunan yang mencapai delapan persen. Tampak dalam foto, papan elektronik menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (29/1/2026). (YASUYOSHI CHIBA/AFP)

Beberapa inisiatif yang dibahas antara lain penyempurnaan klasifikasi investor di KSEI dari sembilan kategori dalam struktur Single Investor Identification (SID) saat ini menjadi 28 sub kategori investor. Langkah ini ditujukan untuk menyediakan informasi struktur kepemilikan yang dinilai lebih rinci dan akurat.

Selain itu, BEI juga mendorong perluasan keterbukaan informasi kepemilikan saham. Jika sebelumnya pengungkapan nama pemegang saham hanya berlaku untuk kepemilikan di atas 5%, ke depan cakupannya direncanakan menjadi di atas 1% guna meningkatkan transparansi pasar.

Inisiatif lainnya adalah peningkatan ketentuan batas minimum free float untuk mempertahankan status sebagai perusahaan tercatat, dari saat ini sebesar 7,5% menjadi 15%.

Ketentuan tersebut direncanakan diterapkan secara bertahap, dengan penetapan target antara pada tiap tahap serta disertai pemantauan dan pendampingan berkelanjutan bagi emiten.

 

Format Dialog Dua Arah

IHSG menguat 24,13 poin atau 0,34 persen dibandingkan penutupan sebelumnya pada level 7.196,75. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Jeffrey menegaskan bahwa pertemuan dengan MSCI akan berlangsung dalam format dialog dua arah untuk memastikan keselarasan kebijakan dengan metodologi global index provider.

“Tentu kedua belah pihak akan saling mendengar. Kita akan menyampaikan apa yang kita propose. Di sisi lain kita juga ingin mendengar apakah ini sudah fit dengan metodologinya MSCI atau masih ada hal-hal teknis yang perlu kita sesuaikan. Dari situ tentunya nanti kita masing-masing pihak bisa melakukan penyesuaian-penyesuaian yang diperlukan,” jelasnya.

Selain MSCI, BEI juga melakukan komunikasi paralel dengan Footsie (FTSE) guna membahas kesesuaian berbagai inisiatif tersebut dengan metodologi penyedia indeks global lainnya.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya