Reaksi Mendikdasmen Abdul Mu'ti Dapat Kiriman Video-Video Kekerasan di Sekolah

Mendikdasmen Abdul Mu'ti mendapatkan kiriman video kasus kekerasan di dunia pendidikan.

oleh HendroDiterbitkan 08 Februari 2026, 21:19 WIB
Mendikdasmen Abdul Mu'ti

Liputan6.com, Jakarta - Mendikdasmen Abdul Mu'ti prihatin dengan kasus kekerasan di dunia Pendidikan. Dia mengaku banyak sekali menerima kiriman video di media sosial tentang kekerasan melibatkan siswa atau guru di sekolah.

"Saya menerima banyak sekali kiriman video atau Instagram dan berbagai media sosial yang isinya berupa kekerasan - kekerasan di berbagai level dan jenis pendidikan," kata Abdul Mu'ti saat pidato di hadapan 310 santri tahfid Qur'an dan orang tua, Minggu (08/02) siang di gedung GBK Klaten.

Abdul Mu'ti menyebutkan, masalah tersebut hanya bisa diselesaikan bersama semua elemen bangsa. Salah satunya MBS Klaten yang telah melahirkan para hafidz Quran.

"MBS Klaten telah melahirkan para hafidz dan hafidzah yang mereka tidak hanya generasi yang hafal Quran, tapi juga generasi yang insyaallah hadir di tengah masyarakat dengan akhlak yang Qur'ani. Ini sumbangan yang sangat penting di tengah persoalan yang kita hadapi menyangkut moralitas generasi bangsa, khusunya generasi Z dan generasi Alfa," Ungkapnya.

Dapat Video dari Mantan Diplomat Indonesia

Mu'ti mengatakan sebelum dirinya datang ke Klaten juga mendapat kiriman kekerasan video serupa. Bahkan yang mengirimkan adalah mantan diplomat senior.

"Bahkan pagi saya buka WA perjalanan ke sini saya juga mendapat kiriman video dari mantan diplomat senior Indonesia yang isinya kekerasan itu. Saya dengan sangat prihatin menjawab memang masih banyak masalah dunia pendidikan kita," Jelasnya.

Dia berharap dengan cahaya Alquran itu diharapkan tidak hanya umat Islam yang maju. Tapi juga masyarakat dan umat manusia yang maju.

"Bagaimana dengan Alquran itu tidak hanya umat Islam yang maju tapi umat manusia juga maju. Menghafalkan Alquran itu penting dan utama, tapi proses selanjutnya memahami, mengamalkan dan mendakwahkan itu juga penting," pungkasnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya