Pemuda yang Racuni Keluarganya di Warakas Ternyata Pura-Pura Lemas Saat Ditemukan

Pemuda berinisial S (22) yang meracuni keluarganya hingga tewas di Warakas, Jakarta Utara, nyatanya hanya berpura-pura lemas saat ditemukan di TKP.

oleh Rifqy Alief AbiyyaDiterbitkan 07 Februari 2026, 19:53 WIB
Korban keracunan di Warakas. (Antara)

Liputan6.com, Jakarta - Pemuda berinisial S (22) yang meracuni keluarganya hingga tewas di Jalan Warakas VIII, Tanjung Priok, Jakarta Utara, nyatanya hanya berpura-pura lemas saat ditemukan di lokasi kejadian. Hal itu diungkap Kasat Reskrim Polres Jakarta Utara Kompol Onkoseno Grandiarso Sukahar.

"Pura-pura sebagai alibi," tutur Onkoseno dalam keterangannya, Sabtu (7/2/2026).

Selain itu, di dalam tubuh pelaku juga tidak ditemukan kandungan racun. Awalnya, S ditemukan dalam kondisi lemah dan ada luka melepuh pada bagian tubuh.

Ia sempat dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.

Sedangkan keluarganya yang lain ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa dengan mulut berbusa. Mereka yang meninggal dunia adalah SS (50), AF (27), dan AD (14).

Pemeriksaan psikologis kepada tersangka juga telah dilakukan. Hasilnya, tidak ditemukan adanya gangguan jiwa.

"Dari hasil pemeriksaan psikiater, munculah nama visum et repertim psychiatricum, di mana hasilnya adalah kepada tersangka tidak ditemukan gejala gangguan jiwa pola berat," kata Onkoseno.

 

 

Kondisi Korban Mengenaskan

Satu Keluarga di Warakas Jakut Ditemukan Meninggal (Foto: Ady Anugrahadi/Liputan6.com)

Sebelumnya, satu keluarga terdiri dari ibu dan dua anaknya di Warakas, Jakarta Utara, tewas diracun menggunakan racun tikus. Pelaku adalah anak korban lainnya yang saat kejadian juga ditemukan lemas di kamar mandi.

Polisi tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban selain karena ada indikasi keracunan.

"Tidak didapatkan tanda-tanda kekerasan fisik," kata Dokter forensik RS Polri Sukanto, dr Mardika, kepada wartawan, Jumat (6/2/2026). 

Polisi mengungkap hasil forensik yang dilakukan pada tiga korban. Kondisinya tubuh korban mengalami perubahan serius dan mengenaskan. Salah satunya, pada bagian otak para korban ada tanda pembusukan.

Tak hanya itu, paru-paru korban juga mengalami pendarahan. Sementara di bagian lambung, ditemukan perubahan warna dengan bagian tertentu berwarna merah muda.

Saat lambung dibuka, petugas mendapati cairan berwarna kecoklatan disertai bau sangat menyengat. Kondisi tersebut menguatkan dugaan adanya zat asing yakni zinc phosphate yang masuk ke tubuh korban sebelum meninggal.

 

Momen Mencekam Keluarga Diracun

Polisi Sita Bekas Makanan dan Ponsel di Lokasi Penemuan Mayat Satu Keluarga di Warakas Jakut (Ady Anugrahadi/Liputan6.com)

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara AKBP Onkoseno Grandiarso Sukahar menjelaskan peristiwa memilukan itu terjadi saat para korban sedang tidur. Racun itu dibelinya di sebuah warung.

"Kemudian dia kembali ke rumahnya mencampurkan zat tersebut dalam panci yang di situ sudah ada rebusan tehnya," kata Onkoseno kepada wartawan, Jumat (6/2/2026).

Rebusan teh bercampur racun itu kemudian dituangkan ke dalam cangkir. Dari cangkir tersebut, cairan beracun disuapkan langsung ke mulut para korban saat mereka sedang tidur.

"Kemudian rebusan ini dimasukkan lagi ke dalam sebuah cangkir. Kemudian dari cangkir disuapi ke mulut ke para korban ketika korban terlelap tidur. Kemudian korban meninggal dunia," ucap dia.

Dia mengatakan, penyidik menemukan ada dua tahapan dalam aksi tersebut. Pada tahap pertama, korban dibuat pingsan dengan metode tertentu.

Setelah memastikan korban tidak sadarkan diri namun belum meninggal, tersangka kembali menyendokkan racun ke dalam mulut korban.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya